Aceh Barat Perkuat Sinergi Jelang Angkutan Laut Nataru, Polairud Hadiri Rakor KSOP...

Aceh Barat Perkuat Sinergi Jelang Angkutan Laut Nataru, Polairud Hadiri Rakor KSOP Meulaboh

13
0
SHARE

Meulaboh – Menjelang puncak arus perjalanan laut pada perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, berbagai unsur pelayanan dan pengamanan pelabuhan di Meulaboh melakukan konsolidasi melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Aula KSOP Kelas IV Meulaboh, Senin (24/11/2025). Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan sarana, prasarana, hingga aspek keselamatan pelayaran selama periode libur panjang akhir tahun.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Polairud IPTU Karianta, menugaskan unsur Polairud untuk hadir dan mengikuti rangkaian pembahasan teknis dalam rapat tersebut. Kehadiran Polairud menjadi elemen strategis mengingat peran vital kepolisian perairan dalam pengawasan pelayaran, penegakan aturan, serta penanganan darurat di wilayah laut Aceh Barat.

Rakor turut dihadiri instansi terkait seperti Dinas Perhubungan Aceh Barat, Bea dan Cukai Meulaboh, Danpos AL, BMKG, Pos SAR, Kantor Imigrasi Klas II, dan perangkat KSOP. Masing-masing lembaga memaparkan kesiapan operasional menghadapi kemungkinan peningkatan aktivitas kapal maupun penumpang. BMKG menyampaikan proyeksi cuaca menjelang akhir tahun yang berpotensi mengalami dinamika signifikan, termasuk gelombang tinggi dan angin kencang yang harus menjadi perhatian utama operator kapal.

Dalam rangkaian pembahasan, IPTU Karianta menegaskan komitmen Polairud Polres Aceh Barat untuk meningkatkan frekuensi patroli laut, memperkuat pemantauan lalu lintas kapal, serta menjalin komunikasi cepat dengan pihak KSOP dan SAR jika sewaktu-waktu terjadi insiden di perairan. Ia juga menyoroti pentingnya pemilik dan operator kapal memastikan kelengkapan alat keselamatan seperti jaket pelampung, mesin kapal yang layak, serta kapasitas angkut yang sesuai ketentuan.

Selain itu, upaya pencegahan terhadap praktik ilegal seperti penyelundupan barang, pelanggaran dokumen kapal, dan upaya penumpang yang tidak sesuai prosedur turut menjadi fokus pengawasan. Dalam forum tersebut, seluruh instansi sepakat bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci terciptanya pelayanan publik yang aman dan humanis selama periode Nataru.

Rakor juga membahas keperluan memperkuat pos pemantauan di sekitar pelabuhan serta perlunya penempatan personel tambahan pada hari-hari tertentu yang diprediksi menjadi puncak arus keberangkatan dan kedatangan. Pos SAR Meulaboh menyatakan telah menyiagakan tim respon cepat untuk mengantisipasi kondisi darurat, sementara KSOP memastikan akan meningkatkan inspeksi dan ramp check terhadap kapal-kapal yang beroperasi.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga selesai itu ditutup dengan komitmen seluruh peserta untuk menjalankan tugas sesuai peran masing-masing. Sinergi dan kesiapan terpadu tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang memanfaatkan transportasi laut selama masa liburan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY