Musrenbangdes dan Rembuk Stunting di Alue Leuhop: Pemerintah Gampong Fokus Tekan Angka...

Musrenbangdes dan Rembuk Stunting di Alue Leuhop: Pemerintah Gampong Fokus Tekan Angka Stunting Tahun 2026

43
0
SHARE

ACEH BARAT – Pemerintah Gampong Alue Leuhop, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, melaksanakan kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun Anggaran 2026 yang dirangkai dengan Rembuk Stunting, Senin (3/11/2025) pagi di Kantor Desa setempat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Woyla Barat, Kapolsek Woyla Barat, perwakilan Danramil 10 Woyla Barat, Kepala Puskesmas Woyla Barat, para pendamping kecamatan dan desa, Keuchik beserta perangkat Gampong, serta tokoh masyarakat Alue Leuhop.

Musrenbangdes kali ini tak hanya membahas perencanaan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menitikberatkan pada isu kesehatan masyarakat — khususnya penurunan angka stunting yang masih menjadi perhatian nasional.

“Pemerintah menargetkan angka stunting nasional turun menjadi 14%. Upaya ini tentu membutuhkan peran semua pihak, termasuk di tingkat gampong,” ujar salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.

Dalam forum itu, dibahas sejumlah poin penting seperti peningkatan asupan gizi ibu hamil, bayi, dan balita; pemanfaatan Dana Desa untuk ketahanan pangan serta perbaikan gizi keluarga; dan penguatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah gampong, tenaga kesehatan, TNI–Polri, dan masyarakat.

Personel Polsek Woyla Barat melalui Bhabinkamtibmas juga menyampaikan imbauan agar seluruh kegiatan berjalan tertib dan transparan, serta mengajak masyarakat untuk aktif mendukung program kesehatan keluarga.

Camat Woyla Barat menegaskan bahwa stunting merupakan isu strategis karena berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. “Edukasi gizi seimbang dan pola asuh menjadi kunci utama dalam pencegahan stunting di tingkat keluarga,” ujarnya.

Dari hasil rembuk, peserta sepakat memperkuat koordinasi dan pendampingan keluarga berisiko stunting melalui program terpadu bersama Puskesmas, Bhabinkamtibmas, dan Pendamping Desa.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas langkah kolaboratif lintas sektor di tingkat gampong.

“Polri mendukung penuh setiap program pemerintah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, termasuk pencegahan stunting. Bhabinkamtibmas di lapangan akan terus berperan aktif dalam pengawasan dan pendampingan kegiatan desa,” tegasnya.

Dengan sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan angka stunting di wilayah Woyla Barat dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY