Meulaboh – Satu unit rumah milik warga di Gampong Lhok Malee, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, dilaporkan ludes terbakar pada Senin (26/01/26) sore sekitar pukul 17.20 WIB. Kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh arus pendek listrik dari bagian dapur rumah yang menyebabkan api dengan cepat merambat ke seluruh bangunan.
Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar, sebelum kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Menerima informasi dari masyarakat, personel Polsek Woyla Barat di bawah pimpinan Kapolsek Iptu Munandar, S.H., langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal serta mengoordinasikan bantuan dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan petugas pemadam kebakaran Kabupaten Aceh Barat.
Setibanya di lokasi, personel kepolisian langsung mengatur arus warga agar tidak mendekati titik api, membantu proses evakuasi barang yang masih bisa diselamatkan, serta turut berperan aktif dalam proses pemadaman. Polisi bersama anggota TNI dan petugas Damkar tampak bergotong royong mengendalikan selang air di tengah kepulan asap tebal, berupaya memadamkan api agar tidak meluas ke rumah lain. Sinergi antara aparat keamanan, petugas BPBD, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mengendalikan situasi.
Sekitar pukul 18.10 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun rumah milik Abdurrahman (50), seorang petani setempat, hangus terbakar bersama sebagian besar isinya. Sementara itu, rumah milik tetangga korban, Suhelmi (36), turut terdampak akibat panas dari kobaran api, meski tidak sampai terbakar total. Kerugian materiel akibat peristiwa ini ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Woyla Barat, Iptu Munandar, S.H., membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa tindakan cepat aparat kepolisian di lapangan menjadi bagian penting dalam upaya penanganan kebakaran agar situasi tidak semakin memburuk.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, kami langsung menurunkan personel ke lokasi untuk membantu pemadaman bersama tim BPBD dan Damkar. Dugaan sementara, kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik di bagian dapur rumah korban,” ujar Iptu Munandar.
Ia menjelaskan, selain membantu pemadaman, anggota kepolisian juga memastikan area sekitar lokasi aman dari kerumunan warga dan potensi bahaya susulan, serta melakukan pendataan awal terhadap kerugian dan korban terdampak. Setelah api berhasil dikendalikan, personel Polsek tetap berjaga di lokasi hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing. Pastikan kabel tidak rusak, tidak menumpuk sambungan, dan alat elektronik selalu dimatikan ketika tidak digunakan. Pencegahan dini jauh lebih penting daripada penanganan setelah terjadi kebakaran,” tegasnya.
Hingga malam hari, situasi di lokasi kejadian telah aman dan terkendali. Polsek Woyla Barat bersama pemerintah gampong dan unsur Muspika setempat melakukan koordinasi untuk menyalurkan bantuan darurat kepada korban yang kehilangan tempat tinggal.
Kegiatan penanganan cepat ini menunjukkan komitmen Polres Aceh Barat dalam menjalankan peran ganda sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tidak hanya di bidang keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam setiap peristiwa kemanusiaan.










































