Aceh Barat – Polsek Woyla Barat melaksanakan kegiatan penanaman bibit jagung kwartal I tahun 2026 di Gampong Peulekung, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, pada Rabu (11/02/26) pukul 14.30 WIB, sebagai salah satu upaya nyata mendukung program Swasembada Pangan Tahun 2026 dari Pemerintah Republik Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan lokal sekaligus mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintahan dan masyarakat, termasuk Sekcam Woyla Barat M. Iqbal, S.E., Pembina BPP Woyla Barat Muslem, S.P., Kepala BPP Syamsumar, S.St., Bhabinkamtibmas Polsek Woyla Barat Aipda Usman, Keuchik Gampong Peulekung, serta Ketua dan anggota Kelompok Tani SARE TABINA. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan sinergi yang kuat antara aparat kepolisian, pemerintah kecamatan, penyuluh pertanian, dan masyarakat setempat dalam mendukung program ketahanan pangan.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Woyla Barat, Iptu Munandar, S.H., menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap ketahanan pangan. Menurutnya, penanaman bibit jagung di Kecamatan Woyla Barat sejalan dengan program Presiden Republik Indonesia untuk mencapai swasembada pangan tahun 2026. “Kami berharap melalui kerja sama antara aparat, petani, dan masyarakat, produksi jagung di Woyla Barat meningkat sehingga kebutuhan pangan lokal maupun nasional dapat terpenuhi. Polri hadir untuk mendukung program-program yang membawa manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Penanaman bibit jagung dilakukan pada lahan seluas 1 hektar, dengan target keseluruhan mencapai 2 hektar. Lahan ini dikelola oleh Poktan SARE TABINA dengan ketua kelompok tani Murdani, dan menjadi salah satu lahan ketahanan pangan yang strategis di wilayah Kecamatan Woyla Barat. Kegiatan ini tidak hanya menekankan aspek produksi pangan, tetapi juga pendidikan dan pembinaan bagi para petani agar lebih profesional dalam mengelola lahan. Lokasi lahan dapat diakses melalui Google Maps
.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Woyla Barat, Iptu Munandar, S.H., menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan dan peran aktif mereka dalam mendukung program nasional. “Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk secara langsung berpartisipasi dalam penanaman jagung. Ini bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga menumbuhkan budaya gotong royong, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan pertanian,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang edukasi bagi kelompok tani, di mana para petani dapat bertukar informasi, mendapatkan pembinaan teknis dari penyuluh pertanian, serta memahami cara-cara penanaman yang tepat agar produktivitas jagung meningkat. Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian lahan dan lingkungan sekitarnya agar hasil panen dapat optimal dan berkelanjutan.
Kapolres Aceh Barat juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dan masyarakat. Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat, organisasi pertanian, dan aparat keamanan. “Keberhasilan program swasembada pangan sangat tergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Polres Aceh Barat akan terus mendukung setiap kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan lokal,” tegas Kapolres.
Kegiatan penanaman bibit jagung kwartal I tahun 2026 di Gampong Peulekung berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme. Para petani dan masyarakat terlihat semangat bekerja sama, menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung keberhasilan program ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Woyla Barat. Aktivitas ini juga menjadi contoh nyata kolaborasi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam mencapai target nasional swasembada pangan.










































