Meulaboh – Polres Aceh Barat telah menerima kunjungan sekaligus Temu Ramah Tim Supervisi Polairud Baharkam Mabes Polri Brigjen Pol. Drs. Anang Syarif Hidayat dengan Nelayan dan Panglima Laot Aceh Barat di Aula Mapolres Aceh Barat. Selasa (06/06/2017) sekira pukul 09. 35 wib.
Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Anjak Utama Polairud Baharkam Mabes Polri Brigjen Pol. Drs. Anang Syarif Hidayat, Anjak Madya Polairud Baharkam Mabes Polri Kombes Pol Makhruzi Rahmad, Dir Polairud Polda Aceh Kombes Drs. Suroso Miharjo, Kasasubdit Gakkum Dit Polairud Polda Aceh AKBP Sukamat, SIK, Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho, SIK, Pejabat Utama Polres Aceh Barat, Kadis DKP Kab. Aceh Barat, Kabid Perikanan DKP Aceh Barat, Panglima Laot Aceh Barat serta Perwakilan Nelayan tiap – tiap Kecamatan di Kabupaten Aceh Barat.
Brigjen Pol Drs. Anang syarif Hidayat melalui Kombes Pol. Makhruzi Rahmad mengatakan, Kegiatan temuh ramah Tim Supervisi Polairud Baharkam Mabes Polri dengan Panglima laot Kabupaten, Kecamatan serta perwakilan Nelayan Aceh Barat, terkait masalah penangkapan 6 orang Nelayan Aceh Barat Oleh Sat Polairud Polres Aceh Barat dan informasi tentang ada nelayan dipadang sirahet yang akan menjual boat akibat dari penangkapan nelayan oleh pihak Polairud.
“Terkait masalah penggunaan pukat hela itu secara hukum tidak dibenarkan dan itu diatur dalam UU dan peraturan Menteri. Diharapkan Kasat airud bersama dengan Kadis kelautan dan perikanan Aceh Barat, membangun koordinasi yang baik dalam menyelesaikan masalah. Dan terimakasih untuk nelayan yang sudah menggunakan pukat yang ramah lingkungan silakan dilanjutkan.” Tambah Dit Pol Airud Polda Aceh.
Kemudian hasil dari temu ramah tersebut bahwa informasi nelayan yang ingin menjual boat nelayan tidak benar, Informasi ini muncul karena ada pihak – pihak yang tidak senang oleh tindakan hukum yang dilakukan oleh Kepolisian. (Ira)










































