Meski Titik Api Mulai Padam, Polres Aceh Barat Terus Lakukan Patroli dan...

Meski Titik Api Mulai Padam, Polres Aceh Barat Terus Lakukan Patroli dan Pendinginan di Lahan Gambut Suak Nie untuk Cegah Api Hidup Kembali

21
0
SHARE

Aceh Barat – Meski sejumlah titik api di wilayah Kabupaten Aceh Barat telah berhasil dipadamkan, jajaran Polres Aceh Barat terus melakukan patroli dan pemantauan intensif untuk memastikan tidak ada kebakaran baru yang muncul kembali. Pada Sabtu (31/01/26) pagi, personel gabungan melaksanakan kegiatan patroli titik api dan pendinginan di kawasan lahan kosong Gampong Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Kegiatan patroli dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga siang hari. Patroli dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh area yang sebelumnya terbakar benar-benar dalam kondisi aman dan tidak menyisakan bara api yang berpotensi menimbulkan kebakaran ulang. Berdasarkan hasil pemantauan, sejak pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB, tidak ditemukan adanya titik api aktif di sepanjang kawasan lahan gambut mulai dari wilayah Suak Raya hingga Suak Nie.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan patroli dan pendinginan pascakebakaran ini merupakan bentuk tanggung jawab kepolisian dalam menjaga stabilitas lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran lanjutan. “Meskipun api telah padam, kami tetap menurunkan personel untuk melakukan patroli rutin di lokasi-lokasi yang sebelumnya terbakar. Tujuannya agar tidak ada bara api yang tersisa dan mencegah api hidup kembali,” ujar Kapolres.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah personel lintas satuan turut terlibat, antara lain Kasat Samapta Polres Aceh Barat, KBO Resnarkoba, Kanit Tipikor, Kasie Dokkes, serta tiga personel Polres Aceh Barat lainnya. Seluruhnya melakukan pengecekan langsung di lapangan, termasuk menyisir area yang sebelumnya terdampak kebakaran guna memastikan kondisi tanah gambut sudah benar-benar basah dan aman.

Wilayah lahan gambut yang menjadi lokasi kegiatan ini dikenal cukup rawan terhadap kebakaran akibat kondisi tanah yang mudah menyimpan panas di bawah permukaan. Karena itu, upaya pendinginan menjadi langkah penting untuk menekan potensi timbulnya titik api baru. “Kami tidak ingin kecolongan. Lahan gambut meskipun terlihat padam di permukaan, terkadang masih menyimpan bara di bawah tanah. Maka kami bersama tim gabungan terus melakukan pendinginan,” tambah Kapolres.

Selain melakukan penyisiran, petugas juga memberikan sosialisasi kepada warga sekitar agar ikut berpartisipasi menjaga lingkungan dan segera melapor kepada pihak kepolisian atau BPBD jika menemukan tanda-tanda kebakaran. Polres Aceh Barat juga terus memperkuat koordinasi dengan BPBD, TNI, dan perangkat gampong untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah-wilayah yang dianggap rawan karhutla.

Hingga Sabtu siang, situasi di kawasan lahan gambut Suak Raya hingga Suak Nie terpantau aman, tidak ditemukan titik api maupun aktivitas pembakaran baru. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan tertib tanpa kendala di lapangan.

Kapolres Aceh Barat menegaskan bahwa kegiatan patroli dan pemantauan hotspot akan terus dilakukan setiap hari sebagai langkah antisipatif menghadapi musim kemarau. “Kami ingin memastikan wilayah Aceh Barat benar-benar bebas dari karhutla. Selain patroli darat, kami juga akan memperkuat pemantauan melalui aplikasi pendeteksi titik panas dan laporan masyarakat. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah api membesar,” tegas AKBP Yhogi.

Dengan komitmen dan sinergi bersama lintas instansi, Polres Aceh Barat berharap upaya berkelanjutan ini dapat menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Aceh Barat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY