Meulaboh – Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026, Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasat Polairud) Polres Aceh Barat hadir sebagai narasumber pada kegiatan pembinaan dan pelatihan keamanan di lingkungan kerja PT PLN UP3 Meulaboh. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor PLN UP3 Meulaboh pada Rabu (28/01/26) pagi, diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai bagian dan bidang.
Acara resmi dibuka oleh Manajer PT PLN UP3 Meulaboh, Ahmad Ariansyah, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi antara pihak perusahaan dan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan serta menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan.
Kegiatan diikuti oleh jajaran manajemen PLN UP3 Meulaboh, tim leader K3 dan keamanan, karyawan serta karyawati, tenaga kerja pelayanan teknik, hingga satuan pengamanan (Satpam). Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari pihak kepolisian mengenai penanganan situasi darurat dan upaya menjaga stabilitas keamanan di lingkungan kerja.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Polairud Polres Aceh Barat, AKP Karianta, menjelaskan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan Bulan K3 Nasional merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dan dunia usaha dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keamanan serta keselamatan di tempat kerja.
“Keselamatan dan keamanan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Polri berperan bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam pembinaan dan pencegahan agar lingkungan kerja tetap kondusif dan terlindungi dari potensi gangguan keamanan,” ujar AKP Karianta.
Dalam paparannya, AKP Karianta menyampaikan sejumlah materi penting yang berkaitan langsung dengan situasi di lapangan. Ia menjelaskan cara-cara yang tepat bagi satuan pengamanan (Satpam) dalam menangani situasi huru-hara di lingkungan kerja, termasuk strategi menghadapi massa agar tetap terkendali dan tidak menimbulkan kepanikan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pola komunikasi dan koordinasi yang efektif antara petugas keamanan internal dan pihak kepolisian dalam menangani situasi yang berpotensi tidak kondusif. Tak hanya teori, AKP Karianta turut memberikan simulasi praktis tentang cara menghadapi massa dan pengendalian situasi darurat secara aman dan proporsional. Setelah itu, ia menutup sesi pembekalan dengan menekankan perlunya evaluasi setiap kegiatan keamanan pascakejadian sebagai langkah penting untuk meningkatkan kualitas pengamanan di masa mendatang.
Selama sesi berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti paparan dan simulasi yang diberikan. Beberapa peserta juga aktif mengajukan pertanyaan seputar tata cara pelaporan cepat ke pihak kepolisian dan koordinasi lapangan dalam menghadapi gangguan keamanan.
AKP Karianta menambahkan bahwa kegiatan pembinaan semacam ini juga merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan industri. “Kami berharap pelatihan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala. Polri siap memberikan pendampingan dan pelatihan bagi pihak perusahaan untuk memastikan keamanan lingkungan kerja tetap terjaga,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.00 WIB tersebut berjalan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Sinergi antara Polres Aceh Barat dan PT PLN UP3 Meulaboh ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi instansi lain dalam mewujudkan budaya keselamatan dan keamanan kerja yang berkelanjutan di Kabupaten Aceh Barat.










































