Aceh Barat – Hamparan jagung yang menguning di Gampong Padang Sikabu, Kecamatan Kaway XVI, menjadi saksi semangat kebersamaan antara petani, pemerintah, dan Polri dalam mendukung program Presiden Republik Indonesia menuju swasembada jagung nasional. Semangat tersebut terlihat saat Kapolres Aceh Barat bersama jajaran mengikuti kegiatan Panen Jagung Kuartal II Tahun 2026 di lahan Kelompok Tani Rezeki Beusare, Kamis (6/8/2026).
Panen yang dilaksanakan di lahan seluas 0,25 hektare itu menghasilkan sekitar 0,8 ton jagung. Hasil tersebut turut menambah capaian program ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Barat, sehingga akumulasi produksi jagung sepanjang tahun 2026 telah mencapai 17,25 ton. Capaian tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara petani, pemerintah, dan Polri dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada jagung nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Aceh Barat, perwakilan Camat Kaway XVI, Kapolsek Kaway XVI, perwakilan Danramil Kaway XVI, Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kaway XVI, Kasat Samapta Polres Aceh Barat, Kasat Binmas Polres Aceh Barat, Kasi Humas Polres Aceh Barat, KBO Sat Samapta Polres Aceh Barat, Kapolsubsektor Panton Reu, personel Polsek Kaway XVI, personel Polsubsektor Panton Reu, staf BPP Kaway XVI, Keuchik Gampong Padang Sikabu, serta anggota Kelompok Tani Rezeki Beusare.
Di sela-sela kegiatan panen, Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., tampak berbaur bersama para petani memanen jagung yang telah memasuki masa panen. Kehadiran Kapolres menjadi wujud dukungan Polri terhadap sektor pertanian sekaligus memberikan motivasi kepada para petani agar terus meningkatkan produktivitas dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Agus Sulistianto menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada jagung tidak hanya bergantung pada kerja keras para petani, tetapi juga membutuhkan sinergi dan komitmen seluruh elemen bangsa.
“Panen hari ini bukan sekadar memetik hasil pertanian, tetapi juga memanen semangat kebersamaan. Ketika pemerintah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, dan para petani bergerak dalam satu tujuan, saya yakin cita-cita swasembada jagung dapat diwujudkan. Polri akan terus hadir mengawal dan mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian,” ujar Kapolres.
Menurut Kapolres, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, kemitraan yang telah terjalin antara pemerintah, aparat keamanan, penyuluh pertanian, dan kelompok tani harus terus dipelihara agar produktivitas pertanian semakin meningkat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Pelaksanaan Panen Jagung Kuartal II Tahun 2026 ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada jagung nasional. Kehadiran Polri bersama pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, dan kelompok tani menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian memerlukan kolaborasi yang kuat, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Melalui momentum panen ini, Polres Aceh Barat berharap semangat gotong royong dan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan. Dengan pendampingan yang berkesinambungan serta kerja sama yang semakin erat antara aparat, pemerintah, dan masyarakat, produktivitas jagung di Kabupaten Aceh Barat diharapkan terus meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya swasembada jagung nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.










































