Aceh Barat — Persiapan penanaman jagung pipil mulai dilakukan petani di Desa Gunong Panyang sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan keluarga di tingkat desa. Lahan seluas sekitar 0,5 hektar yang dikelola Kelompok Tani Gunung Sari kini memasuki tahap akhir pengolahan dan dijadwalkan mulai ditanami pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kegiatan pendampingan dan monitoring berlangsung pada Rabu, (18/02/2026) di lokasi lahan pertanian setempat.
Kegiatan persiapan tersebut mendapat pendampingan langsung dari jajaran Polsek Woyla Timur yang melakukan monitoring lapangan sekaligus memastikan proses penggarapan berjalan aman, tertib, dan sesuai rencana.
Kapolres Aceh Barat, Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Woyla Timur, Mizzuar, menyampaikan bahwa pendampingan personel kepolisian merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung aktivitas produktif masyarakat, khususnya sektor pertanian yang berperan penting dalam ketahanan pangan keluarga.
Ketua Kelompok Tani Gunung Sari, Hatta, menjelaskan bahwa kondisi lahan saat ini telah siap untuk penanaman. Pengolahan tanah, pengaturan sumber air, serta pembersihan area telah dilakukan secara bertahap bersama anggota kelompok dan warga sekitar.
Pendampingan dilakukan melalui kehadiran Bhabinkamtibmas yang turun langsung meninjau kesiapan lahan dan berdialog dengan petani mengenai kebutuhan teknis maupun potensi kendala menjelang masa tanam. Selain pemantauan, personel juga mendorong koordinasi antara petani, perangkat desa, dan penyuluh pertanian guna memperkuat kesiapan teknis di lapangan.
Lahan yang digunakan merupakan aset desa yang dikelola secara kolektif oleh kelompok tani. Pemanfaatannya diproyeksikan menjadi bagian dari program penanaman jagung pipil Kuartal I Tahun 2026 di wilayah Woyla Timur, dengan harapan mampu meningkatkan produktivitas pangan lokal.
Dalam pendampingan tersebut, petugas juga mengajak masyarakat sekitar untuk terlibat dalam proses pengelolaan lahan, mulai dari penanaman hingga pemeliharaan tanaman. Partisipasi bersama dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan desa.
Koordinasi turut dilakukan dengan penyuluh pertanian setempat guna memberikan pendampingan teknis kepada petani, terutama terkait metode penanaman, pemeliharaan tanaman, serta optimalisasi penggunaan sarana pertanian.
Hingga tahap persiapan akhir, kegiatan pengolahan lahan dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala berarti, baik dari sisi teknis, keamanan, maupun administrasi. Situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif.
Dengan kesiapan lahan yang telah rampung dan dukungan berbagai pihak, petani berharap masa tanam mendatang dapat berlangsung optimal serta memberikan hasil panen yang mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga dan masyarakat sekitar.










































