Polres Aceh Barat Salurkan 7 Ton Beras Murah, Warga Serbu Lokasi GPM

Polres Aceh Barat Salurkan 7 Ton Beras Murah, Warga Serbu Lokasi GPM

35
0
SHARE

Meulaboh – Ratusan warga menyerbu empat titik lokasi penyaluran Gerakan Pangan Murah (GPM) Tanggap Inflasi yang digelar Polres Aceh Barat, Kamis (28/8/2025). Kegiatan ini menyedot perhatian masyarakat yang ingin mendapatkan beras subsidi dengan harga jauh lebih terjangkau dari pasaran.

Total 7 ton beras SPHP disalurkan dalam kegiatan tersebut, masing-masing di Polsek Johan Pahlawan (1 ton), Polsek Woyla Barat (3 ton), Polsek Kaway XVI (2 ton), dan Polsek Woyla (1 ton). Beras kemasan 5 kilogram dijual Rp 62 ribu per sak, sementara harga di pasaran bisa menembus Rp 75 ribu.

Sejak pagi, warga sudah mengantre rapi di halaman polsek. Antusiasme begitu tinggi, namun situasi tetap berjalan tertib dengan pengawalan personel kepolisian dan perangkat gampong. Banyak ibu rumah tangga terlihat bahagia setelah berhasil membawa pulang beras murah untuk keluarganya.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa program GPM merupakan langkah nyata Polri dalam mendukung stabilitas pangan.

“Kegiatan ini kami gelar bukan hanya untuk membantu menekan inflasi, tetapi juga memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar. Polri hadir untuk memberi solusi langsung di tengah keresahan warga,” ujarnya pada Jum’at (29/8/2025).

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa ke depan Polres Aceh Barat akan terus mendorong agar kegiatan serupa dapat berkesinambungan. Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi kunci agar harga pangan tetap terkendali di tingkat lokal. “Kami juga berharap GPM ini bisa menjadi momentum memperkuat ketahanan pangan. Bukan hanya soal harga, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat tidak sampai kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Selain menyalurkan beras, kegiatan GPM juga dijadikan sarana komunikasi kamtibmas. Personel yang bertugas mengingatkan warga agar menjaga keamanan lingkungan dan segera melapor bila ada persoalan menonjol.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Banyak yang berharap program ini tidak berhenti di sini, melainkan digelar kembali menjelang hari-hari besar keagamaan atau akhir tahun saat kebutuhan pangan biasanya melonjak.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY