Aceh Barat – Dalam rangka mendukung program pemerintah terkait percepatan penurunan angka stunting, Polsek Samatiga melalui Bhabinkamtibmas menghadiri kegiatan Rembuk Stunting tingkat gampong yang digelar di Aula Kantor Keuchik Suak Seumaseh, Kecamatan Samatiga, Kamis (28/8/2025) pukul 14.00 WIB.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Camat Samatiga, Keuchik Gampong Suak Seumaseh, Ketua Tuha Peut, Babinsa Koramil 09 Samatiga, Kepala Puskesmas Samatiga, pendamping gampong, aparatur desa, serta masyarakat setempat.
Rembuk stunting ini merupakan forum penting yang membahas langkah-langkah pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa. Melalui kegiatan tersebut, seluruh elemen masyarakat diajak berperan aktif dalam menekan angka stunting yang masih menjadi perhatian serius pemerintah.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Samatiga, AKP Alpon Lumban Raja, menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan rembuk stunting merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. “Polri tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk mendukung program pencegahan stunting yang menyangkut masa depan generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah gampong, tenaga kesehatan, TNI-Polri, dan masyarakat sangat diperlukan agar program ini berjalan efektif. Dengan adanya kolaborasi, diharapkan upaya menurunkan angka stunting dapat terlaksana secara optimal, mulai dari perbaikan pola asuh, gizi keluarga, hingga pemanfaatan layanan kesehatan.
Hasil dari kegiatan rembuk stunting di Gampong Suak Seumaseh menekankan pentingnya komitmen bersama untuk menekan angka stunting sejak dini. Aparatur gampong dan masyarakat sepakat untuk meningkatkan kepedulian dalam menjaga kesehatan ibu hamil dan balita, sekaligus mendorong peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang sehat.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan mendapat respons positif dari masyarakat. Melalui forum ini, diharapkan dapat terbangun kesadaran kolektif bahwa penanganan stunting bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak.










































