Meulaboh – Guna memastikan kondisi masyarakat tetap aman dan situasi terkendali, Kapolsek Johan Pahlawan, AKP Irfan Ismail, S.A.B., turun langsung bersama Wakapolsek dan personel Polsek Johan Pahlawan melakukan pemantauan debit air Sungai Krueng Meureubo yang mulai meluap dan menggenangi pemukiman warga di wilayah Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, pada Senin (8/12/2025) sekitar pukul 09.30 WIB.
Pemantauan dilakukan di Dusun Raja Aceh, Gampong Leuhan, yang menjadi salah satu titik terdampak genangan air paling parah di wilayah hukum Polsek Johan Pahlawan. Dari hasil pengecekan di lapangan, banjir setinggi 30 hingga 50 sentimeter telah menggenangi sebagian jalan utama serta rumah-rumah warga.
Berdasarkan data sementara, terdapat 56 Kepala Keluarga dengan total 212 jiwa yang terdampak di Dusun Raja Aceh. Meskipun air sudah mulai memasuki rumah warga, masyarakat masih bertahan dan belum ada yang melakukan evakuasi. Hingga saat ini, belum didirikan posko darurat bencana maupun dapur umum, mengingat status wilayah masih dalam tahap siaga.
Kapolsek Johan Pahlawan, AKP Irfan Ismail, S.A.B., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini dilakukan sebagai bagian dari langkah cepat kepolisian dalam memantau perkembangan situasi dan memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat.
“Kami turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi warga dan memantau ketinggian debit air. Saat ini air mulai surut, namun kami tetap siaga karena curah hujan masih tinggi. Jika situasi memburuk, kami sudah menyiapkan langkah-langkah evakuasi bersama Muspika dan BPBD,” ujarnya.
Kapolsek juga menegaskan bahwa penyebab utama banjir adalah tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Aceh Barat dalam beberapa hari terakhir, serta meluapnya aliran Sungai Krueng Meureubo yang menerima kiriman air dari kawasan hulu di Kecamatan Pante Ceureumen dan Kaway XVI.
Selain melakukan pemantauan debit air, personel Polsek Johan Pahlawan juga melaksanakan patroli dialogis dan memberikan imbauan langsung kepada masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai atau area rendah. Petugas meminta warga untuk segera melapor apabila terjadi peningkatan air secara tiba-tiba.
“Kami meminta masyarakat untuk tidak panik dan tetap berkoordinasi dengan petugas di lapangan. Polsek Johan Pahlawan terus berkoordinasi dengan pemerintah gampong dan instansi terkait untuk memastikan langkah cepat apabila terjadi perkembangan situasi,” tambah Kapolsek.
Hingga siang hari, kondisi debit air di wilayah hukum Polsek Johan Pahlawan mulai berangsur surut, namun potensi genangan masih tetap diwaspadai jika hujan deras kembali terjadi dalam durasi lama.
Polsek Johan Pahlawan menegaskan komitmennya untuk terus siaga penuh dan hadir di tengah masyarakat. Pemantauan rutin akan dilakukan hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.
“Kami memastikan personel tetap standby di lapangan. Polri tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi bencana seperti ini,” tegas AKP Irfan Ismail.
Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan upaya mitigasi banjir di wilayah Kecamatan Johan Pahlawan dapat berjalan cepat dan efektif sehingga masyarakat tetap merasa aman serta aktivitas warga dapat segera kembali normal.










































