Aceh Barat – Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Woyla Timur terus mengedepankan pendekatan humanis melalui kegiatan sambang warga dan patroli dialogis. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga situasi keamanan tetap kondusif, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu ketertiban dan keselamatan lingkungan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di Gampong Pasie Janeng, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat. Dua personel Polsek Woyla Timur turun langsung menemui masyarakat untuk berdialog serta menyampaikan berbagai pesan kamtibmas sebagai langkah membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas mengajak masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap situasi di sekitarnya, serta memperkuat kebersamaan antarwarga. Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas maupun aktivitas yang melanggar hukum sehingga dapat segera ditangani.
Selain menyampaikan imbauan kamtibmas, personel Polsek Woyla Timur juga memberikan edukasi mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena selain merusak lingkungan, tindakan tersebut juga dapat menimbulkan kabut asap, mengganggu kesehatan masyarakat, serta berpotensi dikenakan sanksi pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tak hanya itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan generasi muda, serta memicu terjadinya berbagai tindak kriminalitas. Polri mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan tidak ragu memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Woyla Timur, IPDA Novi Asriadi, S.A.B., mengatakan bahwa kegiatan sambang warga merupakan salah satu strategi Polri dalam membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
“Melalui kegiatan sambang dan dialog langsung, kami ingin mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap keamanan lingkungannya. Pencegahan karhutla, pemberantasan penyalahgunaan narkoba, serta terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif tidak dapat dilakukan sendiri oleh kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” ujar IPDA Novi Asriadi.
Ia menambahkan, Polsek Woyla Timur akan terus meningkatkan kegiatan sambang dan patroli dialogis sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Selain mempererat hubungan kemitraan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menyerap informasi, memberikan edukasi hukum, serta menyelesaikan berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat secara dini.
Melalui komunikasi yang baik dan sinergi yang terus terjalin, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat sehingga berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak awal. Selama kegiatan berlangsung, situasi di Gampong Pasie Janeng terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polres Aceh Barat melalui Polsek Woyla Timur berkomitmen untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi terciptanya wilayah yang aman, nyaman, dan bebas dari berbagai bentuk gangguan keamanan.










































