Meulaboh – Dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Barat melaksanakan kegiatan Strong Point pagi di sejumlah titik strategis yang menjadi pusat kepadatan kendaraan di wilayah Kabupaten Aceh Barat.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (22/01/26) mulai pukul 07.00 WIB hingga 08.00 WIB, dengan melibatkan seluruh personel Satlantas Polres Aceh Barat.
Sejak pagi buta, para personel telah menempati posnya masing-masing di beberapa lokasi yang kerap ramai aktivitas masyarakat, di antaranya Simpang Swadaya Manekro, Simpang Kisaran, Simpang Rundeng, Simpang Pelor, MAN 1 Meulaboh, MTsN Model, Simpang Jasa Tamita, MIN Kuta Padang, dan Simpang Swadaya.
Kehadiran polisi di lapangan menjadi bagian dari pelayanan langsung terhadap masyarakat pengguna jalan, khususnya pada jam-jam sibuk saat arus kendaraan meningkat.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Lantas Polres Aceh Barat, Iptu Yusrizal, S.E., mengatakan kegiatan Strong Point pagi merupakan agenda rutin yang bertujuan menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas.
“Setiap pagi kami menempatkan personel di titik-titik padat untuk melakukan pengaturan arus kendaraan, membantu penyeberangan pelajar, serta memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan lancar dan aman,” ujar Iptu Yusrizal.
Selain melakukan pengaturan lalu lintas, petugas juga memberikan teguran secara humanis kepada pengendara yang melakukan pelanggaran ringan, seperti tidak menggunakan helm, berhenti di luar marka jalan, atau melawan arus. Pendekatan ini menjadi bagian dari edukasi yang terus digencarkan oleh Satlantas Polres Aceh Barat agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya keselamatan di jalan raya.
“Kami ingin membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas tanpa harus menimbulkan rasa takut. Teguran dan imbauan yang dilakukan dengan cara yang sopan diharapkan bisa menumbuhkan kepatuhan yang datang dari hati,” tambahnya.
Dari hasil kegiatan tersebut, situasi arus lalu lintas di seluruh titik terpantau aman, tertib, dan lancar. Petugas juga membantu mengurai kepadatan di beberapa persimpangan utama yang ramai oleh kendaraan pribadi, pelajar, serta transportasi umum. Masyarakat pun menyambut positif kegiatan ini karena kehadiran polisi di lapangan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.
Kasat Lantas menegaskan, kegiatan Strong Point pagi akan terus dilaksanakan secara konsisten setiap hari kerja. Menurutnya, langkah ini bukan hanya upaya menjaga ketertiban lalu lintas, tetapi juga wujud nyata pelayanan prima Polri kepada masyarakat.
“Strong Point bukan sekadar rutinitas harian, tetapi komitmen kami untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Polisi bukan hanya menegakkan aturan, tetapi juga memberikan rasa aman, membantu, dan melayani,” tegas Iptu Yusrizal.
Selain pengaturan lalu lintas, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi anggota kepolisian untuk berinteraksi dengan warga dan memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat. Dengan pendekatan humanis dan responsif, Satlantas Polres Aceh Barat berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama.
“Keselamatan berlalu lintas dimulai dari kesadaran individu. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menghargai sesama pengguna jalan,” pungkasnya.
Dengan kehadiran personel di lapangan setiap pagi, Polres Aceh Barat berharap terciptanya suasana lalu lintas yang tertib, aman, dan berkesinambungan, serta menjadikan Aceh Barat sebagai wilayah yang semakin sadar akan pentingnya keselamatan berkendara.










































