Meulaboh – Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana S.I.K, M.H dalam hal ini diwakili oleh Kabag Ops Polres Aceh Barat AKP Rizal Firmansyah, S.E., M.Si. menghadiri rapat penyusunan dokumen kontingensi bencana Karhutla. Senin (09/12/2024).
Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung BPBD Kabupaten Aceh Barat tersebut membahas Strategi mitigasi Karhutla, Penguatan koordinasi lintas sektor, dan Penyusunan pedoman tanggap darurat Karhutla 2024.
Dalam apel tersebut Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana S.I.K., M.H, melalui Kabag Ops Polres Aceh Barat AKP Rizal Firmansyah, S.E., M.Si mengatakan, Kegiatan ini bertujuan untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla di wilayah Aceh Barat, Selain itu melalui kegiatan ini Kami berupaya bertukar pikiran dalam upaya pencegahan karhutla yang mungkin bisa terjadi kapan saja.
“Kegiatan ini dilakukan untuk menentukan upaya kita dalam mengambil langkah pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah Kabupaten Aceh Barat.” Ungkap Kabag Ops.
Selanjutnya ia menjelaskan, penanganan dan pencegahan Karhutla yang dilakukan oleh pihak pemerintah perlu juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti swasta dan masyarakat.
“Semua instansi, stakeholder dan semua pihak terlibat harus dalam penanganan Karhutla, kita tidak bisa menangani ini sendiri-sendiri tanpa melibatkan masyarakat,” ujarnya.
Kami dari Polres Aceh Barat mendukung sepenuhnya penanganan bencana Karhutla dengan bersinergi bersama TNI dan steakholder terkait. tambah Kabag Ops.
Dalam upaya mengurangi resiko bencana inilah menurut AKP Rizal Firmansyah, S.E., M.Si, perlu adanya sebuah Dokumen Wajib Kebencanaan, yaitu dokumen daerah yang disusun melalui proses koordinasi dan partisipasi stakeholder yang memuat landasan, prioritas, rencana aksi serta mekanisme pelaksanaan Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana Alam.
Diakuinya, penyusunan dokumen perencanaan kontijensi ini merupakan hal penting untuk segera dilaksanakan, mengingat dokumen tersebut nantinya akan menjadi pedoman penanganan bencana karhutla pada saat tanggap darurat bencana yang cepat, tepat dan efektif serta sebagai dasar memobilisasi sumber daya para pemangku kepentingan pada saat tanggap darurat bencana.
“Dengan adanya Kegiatan ini, maka kami berharap Aceh Barat lebih siap menghadapi Karhutla yang sewaktu-waktu menimpa, dan mengurangi dampak pasca terjadinya,” pungkasnya.










































