Aceh Barat – Sebanyak 19 peserta Pelatihan Satpam Gada Pratama Angkatan ke-61 Tahun 2026 resmi menuntaskan pendidikan selama 10 hari di Kabupaten Aceh Barat. Penutupan kegiatan berlangsung di Aula Disnaker Aceh Barat, Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Rabu (19/8/2026).
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari pembekalan bagi calon anggota satuan pengamanan agar memiliki kemampuan yang memadai sebelum menjalankan tanggung jawab di lingkungan kerja masing-masing.
Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., turut memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas personel Satpam. Dukungan tersebut disampaikan melalui Kasat Binmas Polres Aceh Barat AKP Supianto, yang hadir sekaligus mewakili Dir Binmas Polda Aceh dalam penutupan kegiatan.
Turut hadir Kasubdit Bin Satpam/Polsus Polda Aceh yang diwakili Kanit Binkamsa, pimpinan PT Fasya Putra Perkasa selaku penyelenggara, serta para pelatih dan gadik Gada Pratama.
Selama 10 hari, para peserta mengikuti rangkaian pendidikan yang dilaksanakan personel Ditbinmas Polda Aceh bersama PT Fasya Putra Perkasa. Kegiatan berlangsung di lingkungan Disnaker Aceh Barat dengan pembekalan yang diarahkan untuk membangun kesiapan peserta menghadapi tugas sebagai satuan pengamanan.
Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., melalui Kasat Binmas Polres Aceh Barat AKP Supianto, mengatakan pelatihan Gada Pratama menjadi tahapan penting dalam membentuk personel Satpam yang memiliki pengetahuan, keterampilan serta sikap profesional.
“Pelatihan ini bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga membentuk kedisiplinan, tanggung jawab dan sikap profesional dalam menjalankan tugas sebagai satuan pengamanan. Kami berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dengan baik di tempat tugas masing-masing,” ujar AKP Supianto.
Menurutnya, Satpam memiliki peran penting dalam membantu menjaga keamanan di lingkungan kerja maupun kawasan yang menjadi tanggung jawabnya. Karena itu, kemampuan teknis harus berjalan seiring dengan kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi dan pemahaman terhadap batas kewenangan.
Pembinaan terhadap Satpam juga menjadi bagian dari peran Polri dalam memperkuat sistem keamanan swakarsa. Personel yang memiliki bekal pendidikan dan pelatihan diharapkan mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi di lapangan serta mengetahui kapan harus berkoordinasi dengan kepolisian.
Bagi 19 peserta, selesainya pendidikan tersebut bukan sekadar penanda berakhirnya proses pelatihan. Bekal yang diperoleh selama 10 hari menjadi modal awal untuk memasuki dunia kerja dengan pemahaman yang lebih baik mengenai tanggung jawab profesi.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan kolaborasi antara Polri dan pihak penyelenggara dalam menyiapkan tenaga pengamanan yang semakin profesional. Kehadiran Satpam yang terlatih di berbagai lingkungan kerja diharapkan dapat membantu menciptakan suasana yang aman sekaligus mendukung aktivitas masyarakat dan dunia usaha.
Polres Aceh Barat berharap para lulusan Gada Pratama Angkatan ke-61 dapat menjaga integritas, disiplin dan profesionalisme ketika menjalankan tugas. Pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan dalam menghadapi dinamika di lapangan.
Dengan berakhirnya pendidikan ini, 19 peserta membawa bekal baru untuk menjalankan profesi sebagai Satpam. Bukan hanya dituntut mampu menjaga lingkungan, mereka juga diharapkan mampu menjadi bagian dari terciptanya rasa aman melalui sikap yang profesional, disiplin dan bertanggung jawab.










































