Supervisi Blackspot dan Andalalin di Wilkum Polres Aceh Barat, Polisi Petakan Titik...

Supervisi Blackspot dan Andalalin di Wilkum Polres Aceh Barat, Polisi Petakan Titik Rawan Laka Untuk Tekan Angka Kecelakaan

31
0
SHARE

Meulaboh – Dalam rangka meningkatkan keselamatan berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan lalu lintas, Polres Aceh Barat bersama Ditlantas Polda Aceh menggelar kegiatan supervisi titik rawan kecelakaan (blackspot) dan analisis dampak lalu lintas (andalalin) di wilayah hukum Polres Aceh Barat, Rabu (14/5/2025).

Kegiatan supervisi tersebut dimulai pukul 14.00 WIB dan berlangsung hingga selesai, dengan menyasar dua titik lokasi rawan kecelakaan yakni Jalan Meulaboh – Calang, tepatnya di Desa Pribu, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat dan Jalan Gajah Mada, Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Turut hadir dalam kegiatan ini tim dari Ditlantas Polda Aceh yang dipimpin oleh Kompol Iwan Haji, S.Pd., I., M.Si.,serta perwakilan dari Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Lantas Polres Aceh Barat, Iptu Yusrizal, S.E., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi preventif kepolisian dalam menekan angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

“Supervisi ini kami lakukan untuk memetakan secara detail titik-titik rawan kecelakaan (blackspot) dan melakukan evaluasi terhadap dampak lalu lintas di wilayah tersebut. Hasil dari supervisi ini nantinya akan dijadikan dasar untuk langkah-langkah tindak lanjut, baik dalam bentuk rekayasa lalu lintas, pemasangan rambu, maupun perbaikan infrastruktur jalan,” ujar Iptu Yusrizal.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menangani permasalahan lalu lintas secara komprehensif dan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan pihak lainnya seperti Jasa Raharja sangat diperlukan dalam menciptakan sistem lalu lintas yang aman dan tertib.

Selain pemetaan lokasi, tim di lapangan juga melakukan pengumpulan data lapangan seperti kondisi jalan, visibilitas, kepadatan lalu lintas, serta faktor lingkungan lainnya yang dapat berkontribusi terhadap potensi terjadinya kecelakaan.

Dalam kesempatan tersebut, Iptu Yusrizal juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan meningkatkan kesadaran dalam berkendara, terutama saat melintasi wilayah yang telah diidentifikasi sebagai blackspot.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Dengan disiplin di jalan, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menyelamatkan nyawa orang lain,” pungkasnya.

Dengan terlaksananya kegiatan supervisi ini, diharapkan akan muncul solusi konkret dan terukur dalam pengelolaan lalu lintas di Aceh Barat, sekaligus menjadi langkah awal dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY