Rembuk Stunting 2025 Digelar di Gampong Seumuleng, Kapolres Aceh Barat Ajak Warga...

Rembuk Stunting 2025 Digelar di Gampong Seumuleng, Kapolres Aceh Barat Ajak Warga Perkuat Gizi Keluarga dan Cegah Stunting Sejak Dini

47
0
SHARE

Meulaboh – Dalam rangka mendukung program nasional percepatan penurunan angka stunting, Pemerintah Gampong Seumuleng, Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat, menggelar kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2025 di Kantor Keuchik setempat, Senin (13/10/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekcam Bubon mewakili Camat, Kanit Binmas Polsek Bubon mewakili Kapolsek, Babinsa Posramil 06 Bubon, pendamping desa, bidan Puskesmas Kuta Padang Layung, perangkat gampong, kader Posyandu, serta masyarakat Gampong Seumuleng.

Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Bubon IPTU Azanuddin, S.A.B., menyampaikan bahwa Polri mendukung penuh upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting di wilayah pedesaan. Ia menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga peran aktif masyarakat.

“Stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi juga pola hidup, kebersihan lingkungan, dan kesadaran bersama dalam menjaga kesehatan keluarga. Oleh karena itu, Polri siap bersinergi dalam setiap program pembangunan desa, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar IPTU Azanuddin.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap pemenuhan gizi ibu hamil, bayi, dan balita, serta menjaga pola makan seimbang di rumah tangga. Menurutnya, kesadaran sejak dini menjadi kunci utama dalam mencegah stunting di tingkat keluarga.

Selain memberikan dukungan terhadap program kesehatan, Polsek Bubon juga berperan dalam memastikan keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. “Kami turut mengingatkan agar penggunaan Dana Desa untuk kegiatan kesehatan dan gizi keluarga benar-benar tepat sasaran dan transparan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan rembuk ini juga membahas berbagai langkah konkret, seperti pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung ketahanan pangan, peningkatan layanan kesehatan, serta pendampingan bagi keluarga berisiko stunting. Melalui forum ini, seluruh pihak sepakat memperkuat kerja sama lintas sektor untuk menurunkan angka stunting di Kecamatan Bubon secara berkelanjutan.

Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga pada perkembangan otak yang memengaruhi kecerdasan, kesehatan jangka panjang, dan produktivitas di masa depan.

Dengan adanya rembuk ini, Kapolres Aceh Barat berharap peran aktif masyarakat semakin meningkat dalam mendukung program kesehatan dan kesejahteraan keluarga. “Harapan kami, melalui sinergi bersama antara pemerintah, TNI–Polri, dan masyarakat, angka stunting di Aceh Barat dapat terus menurun dan tercipta generasi yang sehat, kuat, serta cerdas,” pungkas IPTU Azanuddin.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY