Meulaboh – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2025 terus digulirkan pemerintah sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sumber daya manusia sejak dini. Di Kabupaten Aceh Barat, program ini telah menyentuh langsung 3.188 penerima manfaat yang terdiri dari siswa TK hingga SMP, ibu hamil dan menyusui, serta balita.
Pelaksanaan distribusi makanan bergizi di wilayah tersebut mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polres Aceh Barat melalui Seksi Pengawasan (Siwas) dan Polsek Johan Pahlawan. Kehadiran aparat kepolisian ini tidak hanya bertujuan menjaga keamanan jalannya kegiatan, tetapi juga memastikan pendistribusian dilakukan secara transparan, aman, serta tepat sasaran.
Adapun pendistribusian program di Aceh Barat dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Aceh Barat yang bekerja sama dengan tenaga ahli gizi dan penyedia jasa katering lokal. Menu makanan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan gizi penerima manfaat, mulai dari nasi putih, ayam goreng tepung atau ikan tuna goreng bagi yang alergi, tempe oseng manis, timun potong, hingga buah pisang. Untuk bayi dan balita, menu dimodifikasi menjadi lebih lembut dan mudah dikonsumsi, seperti nasi lembik, tempe rebus, telur, dan buah-buahan, namun tetap menjaga standar gizi seimbang sesuai anjuran kesehatan.
Data penerima manfaat menunjukkan sebaran yang cukup luas, dengan rincian 291 siswa tingkat TK atau PAUD, 1.723 siswa sekolah dasar, 956 siswa SMP, 31 ibu hamil dan menyusui, serta 187 balita. Kehadiran program ini diharapkan mampu memberikan asupan gizi yang memadai bagi ribuan warga Aceh Barat, sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting dan kasus gizi buruk di daerah tersebut.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Johan Pahlawan, AKP Irfan Ismail, S.AB., menegaskan bahwa Polri akan terus berperan aktif dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas. Menurutnya, pendistribusian makanan bergizi tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memberi jaminan sosial yang lebih baik bagi generasi mendatang.
“Program ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak kita. Polri memastikan pelaksanaannya berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran, karena hal ini menyangkut masa depan generasi bangsa,” ujarnya.
Kegiatan pengawasan program MBG di Aceh Barat mendapat respons positif dari masyarakat maupun pihak sekolah. Para orang tua menyambut baik langkah pemerintah dan keterlibatan polisi dalam pengawasan, karena selain memberi rasa aman juga menjamin bahwa bantuan tersebut benar-benar diterima oleh mereka yang berhak. Dengan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, yayasan, hingga aparat keamanan, Program Makan Bergizi Gratis di Aceh Barat diharapkan menjadi langkah nyata dalam melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas untuk masa depan daerah maupun bangsa.










































