Aceh Barat – Dalam rangka menjaga ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok di awal tahun 2026, Polsek Sungai Mas, Polres Aceh Barat, melakukan monitoring harga sembako, minyak goreng curah, beras, dan gas elpiji 3 kilogram di wilayah hukumnya. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (3/1/2026) dan menyasar pasar grosir serta warung-warung UKM di Gampong Tungkop, Kecamatan Sungai Mas.
Kegiatan monitoring yang dimulai pukul 10.00 WIB ini melibatkan dua personil Polsek Sungai Mas. Dari hasil pemantauan, harga minyak goreng curah tercatat Rp 13.000 per liter. Sementara harga beras berkisar antara Rp 12.000 hingga Rp 18.000 per kilogram, tergantung kualitas, dan gas elpiji 3 kilogram dijual Rp 18.000 per tabung. Kondisi ini menunjukkan harga kebutuhan pokok relatif stabil pasca libur pergantian tahun.
Selain memantau harga, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga yang berbelanja di pasar tradisional maupun warung UKM. Pemantauan rutin di awal tahun menjadi langkah antisipatif agar tidak terjadi kelangkaan atau kenaikan harga yang merugikan masyarakat.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Sungai Mas, AKP Mhd. Jahrisyah Siregar, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rutin kepolisian untuk memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga wajar. “Monitoring harga sembako penting agar kita bisa segera menindaklanjuti apabila terjadi lonjakan harga yang tidak wajar. Tujuan kami, masyarakat tetap tenang dan aman dalam berbelanja di awal tahun ini,” ujar AKP Jahrisyah.
Masyarakat dihimbau tetap cermat dalam membeli kebutuhan pokok dan memanfaatkan harga yang tercatat stabil. Polsek Sungai Mas memastikan kegiatan monitoring akan terus dilakukan secara berkala bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha, demi terciptanya stabilitas harga dan keamanan di Kabupaten Aceh Barat.










































