Aceh Barat – Dalam rangka Operasi Lilin Seulawah 2023 yang digelar selama 12 hari yakni mulai 22 Desember 2023 sampai dengan 2 Januari 2024, Kepolisian Resor Aceh Barat Polda Aceh melibatkan 112 Personel Kepolisian untuk pengamanannya.
Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana S.I.K., M.H melalui Kabag Ops AKP M. Nasir S.H., M.S.M, mengatakan ”Kurang lebih ada 112 personel yang kami libatkan, Personel TNI, Pemerintah daerah (pemda), dan mitra kamtibmas.
Pada pelaksanaan operasi tersebut, lanjut Kabag OPS, Polres Aceh Barat akan membangun dua pos yaitu satu pos pelayanan bertempat di Gardu Lantas, serta satu pos pengamanan di depan Kantor Dishub Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat.
”Di pos itu, selain mengamankan wilayah sekitar, personel juga akan memberi pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan. Mereka nanti bisa berkomunikasi dengan personel yang bertugas di Pos tersebut,” tuturnya.
Kemudian sisi kamtibmas, untuk memastikan ibadah Natal berlangsung dengan aman dan khidmat, setiap lokasi ibadah harus disterilisasikan oleh Personel Bko Brimob Polda Aceh untuk wilayah Barat Selatan.
Setelah disterilisasi baru ditempatkan personel Polres Aceh Barat yang telah di Seprint kan di lokasi tempat ibadah ummat Nasrani tersebut.
”Pada perayaan malam tahun baru, personel harus melakukan pengamanan pada kegiatan keramaian dengan maksimal.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kejahatan konvensional, lakukan patroli rutin pada objek vital, pusat ekonomi dan wisata, daerah rawan kejahatan serta pemukiman,” jelasnya.
Yang tidak kalah penting adalah lakukan monitoring ketersediaan pasokan dan fluktuasi harga bahan pokok penting (bapokting) serta mengimbau para pelaku usaha agar tidak melakukan penimbunan stok.
Lanjutnya , Apabila diperlukan, lakukan penegakkan hukum secara prosedural, namun jangan mengganggu distribusi maupun ketersediaan pangan di lapangan.
”Begitu juga dengan bahan bakar minyak (BBM), kami minta agar melakukan monitoring ketersediaan stok dan memberikan dukungan kepada pertamina, agar dapat melayani masyarakat dengan baik,” terangnya.
”Pengamanan Nataru merupakan tugas rutin yang harus kita pastikan berjalan dengan aman, nyaman dan lancar. Itu merupakan rutinitas tetapi apapun tetap harus direncanakan dan dipersiapkan, utamanya yang berkaitan transportasi, pasokan dan distribusi bahan pokok,” tandas Kabag Ops










































