Meulaboh – Polres Aceh Barat menunjukkan komitmennya mendukung program ketahanan pangan nasional dengan menggelar kegiatan Panen Jagung Kwartal III Tahun 2025 di Gampong Padang Sikabu, Kecamatan Kaway XVI, Jumat (12/9/2025) sore.
Panen tersebut dipimpin Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., yang diwakili Kapolsek Kaway XVI, Iptu Fahrinaldi, serta dihadiri Kapolsubsektor Panton Reu, Aiptu Tajuddin Daulay, Kepala BPP Kaway XVI, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani Rezeki Beusare beserta anggota.
Dalam kegiatan itu, aparat kepolisian bersama para petani turun langsung ke ladang jagung untuk melakukan panen bersama. Momen tersebut menjadi simbol sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung swasembada pangan.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, melalui Kapolsek Kaway XVI, Iptu Fahrinaldi, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk mewujudkan swasembada pangan di tahun 2025.
“Panen jagung ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga bentuk nyata dukungan Polri kepada masyarakat, khususnya petani, dalam menjaga ketersediaan pangan. Kami berharap hasilnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung program nasional,” ungkap Iptu Fahrinaldi.
Lebih lanjut, Kapolsek menekankan bahwa Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga ikut hadir dalam setiap upaya pemerintah untuk menekan laju inflasi dan meningkatkan daya tahan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa Polri hadir di segala lini. Tidak hanya menindak kejahatan, tetapi juga memastikan program strategis pemerintah berjalan dengan baik. Dengan swasembada pangan, kita harapkan harga tetap stabil dan masyarakat lebih sejahtera,” tambahnya.
Ketua Kelompok Tani Rezeki Beusare turut menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, kehadiran aparat dalam mendampingi petani menjadi motivasi tersendiri untuk terus mengembangkan sektor pertanian di wilayah Kaway XVI.
Kegiatan panen berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh keakraban. Warga pun berharap agar kerjasama semacam ini bisa terus berlanjut, sehingga ketahanan pangan di Aceh Barat semakin kuat.










































