Aceh Barat – Sebuah rumah milik keluarga purnawirawan TNI di Jalan Sisingamangaraja, Gampong Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, dilalap si jago merah pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Kobaran api yang diduga dipicu ledakan kompor gas sempat membesar dan menghanguskan sebagian bangunan rumah. Berkat respons cepat personel Polsek Johan Pahlawan Polres Aceh Barat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat dan masyarakat, api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke rumah-rumah lain di kawasan permukiman tersebut.
Rumah yang terbakar diketahui merupakan milik Alm. Idris Gade, seorang purnawirawan TNI, yang saat ini ditempati oleh anggota keluarganya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kebakaran bermula sekitar pukul 18.00 WIB saat Dasliana (62) selesai memasak menggunakan kompor gas elpiji di dapur rumah. Diduga kompor belum sepenuhnya dimatikan sehingga beberapa saat kemudian terdengar suara ledakan yang disusul kobaran api dari arah dapur.
Melihat api mulai membesar, Nanda Liya (25), anak kandung pemilik rumah, segera mengevakuasi ibunya keluar rumah. Namun, dalam waktu singkat api dengan cepat melalap bagian dapur sebelum merambat ke kamar dan sejumlah ruangan lainnya.
Ledakan tersebut juga didengar oleh Munira (30), tetangga korban. Menyadari situasi darurat, ia bersama warga sekitar berupaya memberikan pertolongan awal sambil menghubungi BPBD Kabupaten Aceh Barat dan pihak kepolisian.
Tak lama berselang, personel Polsek Johan Pahlawan Polres Aceh Barat tiba di lokasi dan langsung mengamankan area kebakaran, membantu proses evakuasi penghuni rumah, mengatur arus lalu lintas, serta berkoordinasi dengan petugas BPBD yang melakukan pemadaman menggunakan armada pemadam kebakaran.
Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Johan Pahlawan IPTU Boby Apriyudi, S.H., M.H., mengatakan bahwa respons cepat seluruh personel merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat saat terjadi keadaan darurat.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel langsung menuju lokasi untuk mengamankan area, membantu proses pemadaman bersama BPBD dan masyarakat, serta memastikan seluruh penghuni rumah berhasil dievakuasi dengan selamat. Alhamdulillah, kebakaran dapat dikendalikan sehingga tidak merambat ke rumah warga lainnya,” ujar IPTU Boby Apriyudi.
Ia menjelaskan, sinergi antara kepolisian, BPBD, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran. Selain membantu proses pemadaman, personel kepolisian juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi agar masyarakat tidak mendekati area yang masih berpotensi membahayakan selama proses evakuasi berlangsung.
Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan kobaran api sekitar pukul 22.30 WIB. Berkat koordinasi yang baik antarinstansi dan dukungan masyarakat, api berhasil dilokalisasi sehingga tidak menyebar ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
Usai proses pemadaman, personel kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan dari korban dan para saksi, serta melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, peristiwa tersebut diduga dipicu oleh ledakan kompor gas elpiji yang berada di bagian dapur rumah.
IPTU Boby Apriyudi, juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan kompor gas maupun instalasi listrik di dalam rumah.
“Sebelum meninggalkan rumah atau beristirahat, pastikan kompor, regulator gas, dan instalasi listrik berada dalam kondisi aman. Kewaspadaan sederhana dapat mencegah terjadinya kebakaran yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa maupun menimbulkan kerugian material,” katanya.
Lebih lanjut, Kapolsek Johan Pahlawan menjelaskan bahwa sinergi antara kepolisian, BPBD, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran. Selain membantu proses pemadaman, personel kepolisian juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi agar masyarakat tidak mendekati area yang masih berpotensi membahayakan selama proses evakuasi berlangsung.
Hingga proses penanganan selesai, situasi di lokasi kebakaran telah dinyatakan aman dan kondusif. Polisi masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab kebakaran secara menyeluruh, sementara keluarga korban bersama warga mulai membersihkan sisa-sisa material bangunan yang terbakar.










































