Dukung Percepatan Penurunan Stunting, Polsek Woyla Barat Hadiri Musrenbangdes Gampong Blang Luah

Dukung Percepatan Penurunan Stunting, Polsek Woyla Barat Hadiri Musrenbangdes Gampong Blang Luah

1
0
SHARE

Aceh Barat – Polsek Woyla Barat Polres Aceh Barat menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun Anggaran 2027 yang dirangkaikan dengan Rembuk Stunting di Kantor Keuchik Gampong Blang Luah, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dihadiri oleh Sekretaris Camat Woyla Barat Iqbal, S.E., mewakili Camat Woyla Barat, Kapolsek Woyla Barat IPTU Munandar, S.H., perwakilan Danramil 10 Woyla Barat Sertu Hendri, tenaga gizi dari Puskesmas Woyla Barat, pendamping kecamatan dan desa, Keuchik beserta perangkat Gampong Blang Luah, kader Posyandu, serta tokoh masyarakat setempat.

Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Woyla Barat IPTU Munandar, S.H., mengatakan bahwa kehadiran Polri dalam Musrenbangdes dan Rembuk Stunting merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor.

“Penanganan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak. Polri siap mendukung program pemerintah melalui sinergi bersama pemerintah desa, tenaga kesehatan, TNI, dan seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan dapat berjalan secara optimal,” ujar Kapolsek.

Dalam forum tersebut dijelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi ini tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan otak, kesehatan jangka panjang, serta produktivitas di masa mendatang. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai langkah strategis untuk menekan prevalensi stunting sesuai target nasional.

Sejumlah poin penting menjadi pembahasan dalam Musrenbangdes dan Rembuk Stunting, di antaranya penguatan upaya pencegahan sejak dini melalui pemenuhan gizi ibu hamil, bayi, dan balita, pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung ketahanan pangan, bantuan langsung tunai (BLT), perbaikan gizi keluarga, serta peningkatan layanan kesehatan. Selain itu, seluruh peserta juga berkomitmen memperkuat kolaborasi antara pemerintah gampong, tenaga kesehatan, TNI-Polri, kader Posyandu, dan tokoh masyarakat dalam melakukan pendampingan terhadap keluarga yang berisiko mengalami stunting.

Pada kesempatan tersebut, Kapolsek Woyla Barat juga menyampaikan sosialisasi mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), menimbulkan kerusakan lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat akibat kabut asap, serta memiliki konsekuensi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kapolsek turut mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dengan mengedepankan cara-cara yang aman dan ramah lingkungan dalam mengelola lahan. Menurutnya, pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama demi melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Kegiatan Musrenbangdes dan Rembuk Stunting berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Melalui kehadiran dalam kegiatan tersebut, Polsek Woyla Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program pembangunan pemerintah, memperkuat sinergi lintas sektor, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan di wilayah hukum Polres Aceh Barat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY