Aceh Barat – Polsek Kaway XVI Polres Aceh Barat terus mendorong keberlanjutan program ketahanan pangan melalui pendampingan dan pengawalan proses penyerapan hasil panen jagung oleh Bulog Cabang Meulaboh, Senin (7/9/2026).
Sebanyak 4,4 ton jagung hasil panen dari dua kelompok tani di Kecamatan Kaway XVI berhasil diserap Bulog. Proses penyerapan berlangsung di Gudang Bulog Cabang Meulaboh, Kampung Darat, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, mulai pukul 10.30 WIB.

Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Kaway XVI IPTU Deva Reynaldi Wirsa, S.Tr.K., M.H., mengatakan pendampingan terhadap petani merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus memastikan hasil produksi masyarakat dapat terserap dengan baik.
“Penyerapan hasil panen ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap petani sekaligus upaya menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan. Kami akan terus berkoordinasi dengan kelompok tani dan penyuluh pertanian agar lahan yang telah dikelola dapat kembali produktif,” ujar IPTU Deva Reynaldi Wirsa.
Hasil panen tersebut berasal dari Kelompok Tani Rezeki Beusare di Gampong Padang Sikabu dan Kelompok Tani Hase Beurata di Gampong Keuramat, Kecamatan Kaway XVI. Kedua kelompok tani tersebut merupakan bagian dari pengelolaan lahan yang mendukung program ketahanan pangan di wilayah Polsek Kaway XVI dan Polsubsektor Panton Reu.
Dalam proses penyerapan, jajaran Polsek Kaway XVI bersama Polsubsektor Panton Reu, Bhabinkamtibmas, Kanit Reskrim, penyuluh pertanian, serta pihak Bulog turut melakukan pemantauan untuk memastikan kegiatan berjalan lancar.
Dari Kelompok Tani Rezeki Beusare, hasil panen dari lahan seluas 0,25 hektare diserap sebanyak 750 kilogram. Jagung tersebut diterima dengan harga Rp6.400 per kilogram, dengan hasil pemeriksaan menunjukkan kadar air 13,56 persen dan kadar aflatoksin 0,6 ppb.
Sementara itu, Kelompok Tani Hase Beurata dengan luas lahan 1 hektare menghasilkan 3.650 kilogram jagung yang seluruhnya diserap Bulog dengan harga Rp6.400 per kilogram. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar air 13,56 persen dan kadar aflatoksin 0,6 ppb.
Secara keseluruhan, hasil panen dari kedua kelompok tani yang diserap Bulog mencapai 4.400 kilogram atau 4,4 ton, dengan nilai penyerapan sebesar Rp28.160.000.
IPTU Deva mengatakan, terserapnya seluruh hasil panen tersebut memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjadi motivasi bagi kelompok tani untuk melanjutkan pengelolaan lahan pada periode berikutnya.
“Ke depan, kami akan kembali berkoordinasi dengan kelompok tani untuk persiapan penanaman Kuartal III. Pendampingan bersama penyuluh pertanian juga akan terus dilakukan, terutama dalam pengolahan lahan dan teknis penanaman,” katanya.
Dengan terserapnya hasil panen tersebut, seluruh hasil produksi lahan ketahanan pangan Kuartal II tahun 2026 dari Polsek Kaway XVI dan Polsubsektor Panton Reu telah diserap oleh Bulog Cabang Meulaboh.
Polsek Kaway XVI selanjutnya akan memperkuat koordinasi dengan kelompok tani dan penyuluh pertanian guna memastikan program penanaman pada Kuartal III dapat berjalan secara optimal. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui pendampingan dan sinergi bersama petani, Bulog, serta penyuluh pertanian, Polres Aceh Barat berkomitmen terus mendukung program ketahanan pangan dan mendorong pemanfaatan lahan secara produktif di wilayah Kabupaten Aceh Barat.










































