Personel Gabungan Polres Aceh Barat Lanjutkan Pemadaman Karhutla di Samatiga

Personel Gabungan Polres Aceh Barat Lanjutkan Pemadaman Karhutla di Samatiga

30
0
SHARE

Meulaboh – Personel gabungan dari Polres Aceh Barat bersama sejumlah instansi terkait terus melanjutkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat. Kebakaran yang terjadi di kawasan Dusun Ujong Padang Ban, Gampong Cot Seumereung, sejak beberapa hari terakhir itu kembali ditangani secara intensif pada Jumat (23/01/26) pagi, dengan pelaksanaan kegiatan dipimpin langsung oleh Wakapolres Aceh Barat, Kompol Hari Purnomo, SH, MH.

Sejak pukul 07.00 WIB, personel gabungan dari Polres Aceh Barat, Polsek Samatiga, Koramil 09 Samatiga, BPBD Kabupaten Aceh Barat, serta masyarakat sekitar, telah berada di lokasi untuk melaksanakan pemadaman di titik koordinat 4°21.1784, 96.100130. Lahan yang terbakar merupakan area gambut yang mudah menyala karena kondisi cuaca panas dan minim curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Asap pekat sempat menutupi sebagian kawasan, sehingga menyulitkan pandangan dan memperlambat proses pemadaman.

Kegiatan pemadaman dilakukan dengan menggunakan lima unit mesin robin serta satu unit mesin pompa milik BPBD Aceh Barat. Para personel gabungan bekerja keras melakukan penyemprotan dan pembasahan di titik-titik api yang masih menyala. Karena akses jalan ke lokasi sulit dijangkau, mobil pemadam tidak dapat masuk sehingga pemadaman dilakukan secara manual dengan peralatan portabel yang dibawa petugas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Aceh Barat Kompol Hari Purnomo, SH, MH, Kapolsek Samatiga AKP Alpon Lumban Raja, Danramil 09 Samatiga Kapten Inf Desman, serta puluhan personel gabungan dari unsur Polres, Polsek, Koramil, BPBD, dan masyarakat Gampong Cot Seumereung yang dengan sukarela ikut membantu. Semangat kerja sama antarinstansi dan masyarakat terlihat kuat di lapangan, menunjukkan komitmen bersama dalam menanggulangi karhutla yang berpotensi meluas ke wilayah perkebunan warga.

Selain melakukan pemadaman, pihak kepolisian juga melaksanakan langkah-langkah pendukung berupa pemetaan area terbakar, dokumentasi titik api, serta koordinasi dengan BPBD dan aparatur gampong. Penyelidikan awal terhadap dugaan penyebab kebakaran juga sedang dilakukan untuk memastikan apakah kejadian tersebut dipicu oleh aktivitas manusia atau faktor alam. Hasil kegiatan lapangan dilaporkan secara berjenjang kepada pimpinan sebagai bagian dari penanganan terpadu karhutla di wilayah hukum Polres Aceh Barat.

Namun demikian, pelaksanaan di lapangan diwarnai sejumlah kendala yang cukup berat. Selain terbatasnya jumlah mesin pompa air, para petugas menghadapi medan yang sulit karena sebagian besar area merupakan lahan gambut kering dengan banyak ranting dan rumput yang mudah terbakar. Di sisi lain, parit dan sumber air di sekitar lokasi mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Kondisi tersebut menyebabkan api mudah menjalar dari satu titik ke titik lainnya. Mobil pemadam milik BPBD pun tidak dapat mencapai lokasi karena tidak adanya akses jalan yang memadai, sehingga petugas harus membawa peralatan secara manual melintasi semak dan lahan terbuka.

Meski penuh tantangan, para petugas tetap berupaya keras melakukan pembasahan di seluruh area yang terbakar untuk mencegah api kembali menyala. Pemantauan terus dilakukan secara bergilir agar bara api tidak muncul kembali di bawah permukaan lahan gambut yang masih panas.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Samatiga, AKP Alpon Lumban Raja, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak membuka lahan pertanian dengan cara membakar. “Kami mengingatkan warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan, baik untuk bertani maupun membersihkan kebun. Kondisi cuaca yang panas dan kering seperti saat ini sangat berisiko menimbulkan kebakaran besar yang sulit dikendalikan,” ujarnya.

AKP Alpon Lumban Raja juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah rawan karhutla, serta memperkuat koordinasi lintas sektor bersama TNI, BPBD, dan aparatur gampong. “Kami bersama unsur TNI, BPBD, dan masyarakat akan terus turun ke lapangan untuk memastikan titik-titik api benar-benar padam dan kondisi kembali aman. Kegiatan pemadaman ini bukan hanya tanggung jawab petugas, tapi juga tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Polres Aceh Barat juga mengimbau agar masyarakat segera melapor apabila menemukan tanda-tanda kebakaran lahan di wilayah masing-masing. Tindakan cepat dan laporan dini sangat penting agar petugas dapat segera melakukan langkah penanganan sebelum api meluas. Di tengah kondisi kemarau panjang yang masih melanda sebagian wilayah Aceh Barat, kesadaran bersama dan kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama dalam menekan terjadinya karhutla.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY