Tribratanews, Meulaboh – Puluhan Personel Polres Aceh Barat diturunkan untuk mengamankan Aksi Damai Mahasiswa yang dilakukan di bundaran pelor depan Kantor DPRK Kab. Aceh Barat. Selasa (25/09/2018).
Aksi mahasiswa mengatasnamakan gerakan mahasiswa anti penindakan peduli demokrasi menyampaikan sejumlah tuntutan saat di Kantor DPRK yaitu wajib menstabilkan nilai tukar rupiah, cabut perpres tenaga kerja asing dan selesaikan permasalahan tambang serta sejumlah hal lainnya.
Setelah selesai menyampaikan orasinya para mahasiswa tersebut melakukan long march menuju Polres Aceh Barat untuk menuntut meminta polisi mengusut tuntas kasus penangkapan pelaku ganja di pendopo bupati dan kasus operasi tangkap tangan (OTT) pejabat Dinas Pendidikan setempat dan juga mengecam keras tindakan refresif pihak kepolisian terhadap mahasiswa di Bengkulu, Kendari, Gowa Raya dan Makasar.
Kapolres Aceh Barat AKBP R. Bobby Aria Prakasa S.Ik melalui Waka Polres Kompol Edy Bagus Sumantri S.Ik mengatakan, Kita menurunkan personel baik berseragam maupun preman untuk mengawal serta mengamanakan aksi damai tersebut.
“ Mulai dari Kantor DPRK hingga Mapolres Aceh Barat terus kita kawal dan saat mereka membubarkan diri pun kita antar menggunakan Ranmor dinas yang tersedia di Polres Aceh Barat. Ujar Waka Polres.
Alhamdulillah selama kegiatan tidak ada gangguan kamtibmas apapun hingga para adik mahasiswa membubarkan diri situasi berjalan dalam keadaan aman dan kondusif. Tambah Waka Polres.










































