Aceh Barat – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Barat menangani kecelakaan lalu lintas yang melibatkan empat kendaraan di Jalan Meulaboh–Banda Aceh, tepatnya di Desa Marek, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka.
Kecelakaan itu melibatkan Mitsubishi Light Truck Dump BL 8561 VY, sepeda motor Honda Supra BL 3185 EP, sepeda motor Honda Scoopy BL 6065 EAW, dan Toyota Kijang Innova G BL 1243 EY.
Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., melalui Kasat Lantas Polres Aceh Barat AKP Eko Suhendro, S.H., mengatakan personel Satlantas langsung bergerak melakukan penanganan setelah menerima laporan kecelakaan tersebut.
“Personel langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, mengecek kondisi korban, mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, serta mengamankan kendaraan yang terlibat untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Eko.
Berdasarkan pemeriksaan awal kepolisian, kecelakaan bermula saat Mitsubishi Light Truck Dump BL 8561 VY yang dikemudikan Hamidi Awal (27), warga Desa Padang Sikabu, Kecamatan Kaway XVI, melaju dari arah Meulaboh menuju Tutut.
Dari arah yang sama, Honda Supra BL 3185 EP yang dikendarai Erna (38), warga Desa Peunia, Kecamatan Kaway XVI, serta Honda Scoopy BL 6065 EAW yang dikendarai Ima Elviyana (38), warga Desa Pasi Peugat, Kecamatan Kaway XVI, bersama penumpangnya, Fathan Rizky Aditya (6), juga melaju menuju arah Tutut.
Setibanya di lokasi kejadian, Mitsubishi yang dikemudikan Hamidi Awal diduga dalam kondisi mengantuk hingga menabrak Honda Supra dan Honda Scoopy yang berada di depannya.
Sesaat kemudian, dari arah berlawanan atau dari Tutut menuju Meulaboh, melaju Toyota Kijang Innova G BL 1243 EY yang dikemudikan Adi Irawan (46), warga Desa Alue Tampak, Kecamatan Kaway XVI.
Karena jarak yang sudah dekat, tabrakan antara Mitsubishi dan Toyota Kijang Innova tidak dapat dihindarkan. Benturan tersebut menyebabkan kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan.
Akibat kecelakaan tersebut, Erna mengalami luka lecet pada tangan sebelah kiri. Ima Elviyana mengalami luka lecet pada kaki sebelah kanan dan benjol pada bagian dahi.
Fathan Rizky Aditya mengalami luka robek pada bagian kepala serta luka lecet pada siku tangan sebelah kanan dan kaki sebelah kiri. Sementara Adi Irawan mengalami luka lecet pada bagian dahi.
Sedangkan Hamidi Awal selaku pengemudi Mitsubishi tidak mengalami luka.
Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada kendaraan. Mitsubishi mengalami kerusakan pada bemper bagian depan. Honda Supra mengalami kerusakan pada spakbor belakang, lampu belakang, serta bodi bagian kiri.
Honda Scoopy mengalami kerusakan pada bodi bagian kiri dan kanan, kap depan bagian kiri dan kanan, serta stang. Adapun Toyota Kijang Innova mengalami kerusakan pada pintu depan dan pintu belakang sisi kanan.
Kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp10 juta.
AKP Eko mengatakan kondisi jalan di lokasi kejadian berupa jalan lurus dengan satu jalur dua arah. Saat kecelakaan terjadi, cuaca cerah berawan, arus lalu lintas sedang dan lancar, serta terdapat permukiman warga di sekitar lokasi.
“Penyebab pasti kecelakaan masih kami dalami. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan hasil olah TKP, keterangan saksi, serta kondisi kendaraan yang terlibat,” kata AKP Eko.
Dalam penanganan kejadian tersebut, personel Satlantas Polres Aceh Barat melakukan olah tempat kejadian perkara, mengecek kondisi para korban, mengumpulkan bahan keterangan dari saksi, serta mengamankan kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti.
Keempat kendaraan yang diamankan yakni Mitsubishi Light Truck Dump BL 8561 VY, Honda Supra BL 3185 EP, Honda Scoopy BL 6065 EAW, dan Toyota Kijang Innova G BL 1243 EY.
AKP Eko mengimbau masyarakat yang berkendara agar selalu mengutamakan keselamatan dan memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit sebelum mengemudi.
“Jangan memaksakan diri berkendara dalam kondisi mengantuk atau lelah. Jika kondisi tubuh sudah tidak prima, sebaiknya berhenti dan beristirahat terlebih dahulu. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pungkas AKP Eko.










































