Pria Ditemukan Meninggal di Selokan Jalan Pinem–Kuala Bubon, Polisi Bergerak Cepat Tindak...

Pria Ditemukan Meninggal di Selokan Jalan Pinem–Kuala Bubon, Polisi Bergerak Cepat Tindak Lanjuti Laporan Warga

5
0
SHARE

Aceh Barat – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam selokan di Jalan Pinem–Kuala Bubon, Gampong Teungoh, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Korban diketahui bernama Rahmat Jumadil (38), seorang nelayan yang merupakan warga Gampong Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, AKP Deno Wahyudi, S.E., M.Si., mengatakan, informasi penemuan korban pertama kali diterima melalui layanan Call Center Polri 110 dari masyarakat. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polres Aceh Barat bersama Polsek Samatiga bergerak cepat menuju lokasi dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dalam waktu kurang dari delapan menit.

“Respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat merupakan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang profesional. Begitu laporan diterima melalui layanan 110, personel langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan awal, mengamankan TKP, serta melakukan penyelidikan sesuai prosedur,” ujar AKP Deno.

Penemuan mayat tersebut bermula ketika seorang pedagang yang hendak membeli kantong plastik setelah membuka lapak di pasar mingguan Gampong Teungoh melihat sesosok pria berada di dalam selokan di tepi jalan dalam posisi telungkup. Saksi kemudian memberitahukan temuannya kepada pedagang lain di sekitar lokasi. Setelah memastikan kondisi korban, warga segera melaporkan peristiwa tersebut melalui layanan Call Center Polri 110.

Setibanya di lokasi, personel kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui keluar dari rumah pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB tanpa memberitahukan tujuan kepergiannya. Korban baru ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada keesokan harinya.

Sekitar pukul 12.00 WIB, atas permintaan keluarga, jenazah dievakuasi dari lokasi kejadian untuk dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan membuat surat pernyataan resmi karena meyakini korban terjatuh sendiri. Menurut keluarga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi dan gangguan lambung.

AKP Deno menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada dugaan tindak pidana. Namun demikian, kepolisian tetap melakukan penyelidikan sesuai prosedur guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang segera melaporkan setiap kejadian melalui layanan Call Center Polri 110. Laporan yang cepat memungkinkan petugas segera hadir di lokasi sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan profesional,” tutup AKP Deno.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY