Tiga Titik Lahan di Aceh Barat Dipastikan Nihil Api, Polres Lakukan Patroli...

Tiga Titik Lahan di Aceh Barat Dipastikan Nihil Api, Polres Lakukan Patroli dan Pendinginan Secara Intensif

19
0
SHARE

Meulaboh – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat memastikan tidak ditemukan titik api di sejumlah kawasan lahan kosong yang sebelumnya sempat terindikasi terbakar. Kepastian itu diperoleh setelah jajaran Sat Samapta Polres Aceh Barat melakukan patroli dan pendinginan di tiga wilayah berbeda pada Rabu (04/02/26) pagi.

Sejak pukul 10.00 WIB, personel Polres Aceh Barat menyisir kawasan rawan kebakaran di Gampong Suak Nie Kecamatan Johan Pahlawan, Gampong Cot Seumeureung Kecamatan Samatiga, dan Gampong Ujong Tanoh Darat Kecamatan Meureubo. Ketiga titik tersebut sebelumnya masuk dalam peta pantauan potensi kebakaran karena merupakan area lahan gambut dan semak kering.

Kegiatan patroli ini menjadi tindak lanjut dari upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dilakukan secara berkelanjutan di wilayah hukum Polres Aceh Barat. Petugas turun langsung ke lapangan, memeriksa suhu tanah, dan memastikan tidak ada sisa bara api maupun asap yang tersisa setelah proses pendinginan beberapa hari sebelumnya.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Samapta Polres Aceh Barat, AKP Reka Teruna Hasra, S.Sos., mengatakan bahwa hasil pemantauan hari ini menunjukkan kondisi wilayah telah sepenuhnya aman dan tidak ditemukan adanya titik panas. Ia menyebutkan bahwa patroli titik api akan terus digencarkan sebagai bagian dari kesiapsiagaan personel di lapangan.

“Dari hasil pemeriksaan di tiga lokasi, tidak ditemukan adanya titik api maupun asap. Seluruh area sudah dalam kondisi aman dan lembab setelah dilakukan pendinginan. Ini menunjukkan pengawasan berjalan efektif dan situasi terkendali,” ujar AKP Reka Teruna Hasra.

Ia menambahkan, meskipun saat ini wilayah Aceh Barat beberapa kali diguyur hujan, potensi kebakaran di area gambut tetap perlu diwaspadai. Karena itu, jajaran kepolisian tidak menurunkan tingkat kewaspadaan, dan terus melakukan patroli terpadu untuk mendeteksi lebih awal kemungkinan munculnya titik panas baru.

“Cuaca memang sempat basah, tetapi bukan berarti ancaman sudah tidak ada. Justru pada saat-saat tenang seperti ini kita harus tetap siaga agar tidak lengah,” imbuhnya.

Selama patroli berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, personel memeriksa sejumlah area lahan kosong yang sebelumnya menjadi fokus penanganan Karhutla. Hasilnya, seluruh lokasi di Suak Nie, Cot Seumeureung, dan Ujong Tanoh Darat dinyatakan aman, tidak ada asap, bara, maupun bekas pembakaran aktif.

Selain pemantauan, personel juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena tindakan tersebut melanggar hukum dan dapat menyebabkan kebakaran meluas. Polisi juga mengingatkan warga untuk segera melapor apabila melihat asap atau indikasi kebakaran di sekitar tempat tinggal mereka.

“Peran masyarakat sangat penting. Kami mengimbau agar tidak ada lagi yang membersihkan lahan dengan cara membakar. Bila ada tanda-tanda kebakaran, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani cepat,” tegas Kasat Samapta.

Hingga patroli berakhir, situasi di seluruh lokasi terpantau aman, kondusif, dan bebas dari titik api. Kegiatan berjalan lancar tanpa kendala, dan seluruh tim yang terlibat kembali ke pos dalam keadaan aman.

Kasat Samapta memastikan kegiatan patroli titik api dan pendinginan akan terus dilakukan secara rutin, baik pada pagi maupun sore hari, terutama di wilayah yang memiliki potensi tinggi terhadap Karhutla. “Kami akan terus hadir di lapangan untuk memastikan keamanan lingkungan tetap terjaga. Pencegahan akan selalu lebih baik daripada penanganan setelah api muncul,” tutupnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY