Polres Aceh Barat Bersama Tim Gabungan Percepat Penanganan Karhutla di Sejumlah Wilayah

Polres Aceh Barat Bersama Tim Gabungan Percepat Penanganan Karhutla di Sejumlah Wilayah

18
0
SHARE

Aceh Barat – Polres Aceh Barat bersama instansi terkait dan masyarakat terus melakukan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Barat.Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., mengatakan pihaknya terus mengintensifkan pemantauan dan penanganan terhadap setiap titik api yang terdeteksi guna mencegah kebakaran meluas.

“Setiap titik api yang terdeteksi akan segera ditindaklanjuti dengan pengecekan dan penanganan di lapangan. Kami bersama seluruh unsur terkait terus berupaya agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujar AKBP Agus Sulistianto.

Berdasarkan pemantauan melalui Aplikasi Lancang Kuning, sejumlah titik karhutla terpantau berada di wilayah Kecamatan Johan Pahlawan, Samatiga, Woyla, dan Kaway XVI.Karhutla tersebut mulai terjadi sejak Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan keseluruhan, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 13 hektare.

Hingga perkembangan terakhir, sekitar 90 persen api telah berhasil dikendalikan.

Meski demikian, petugas masih menemukan beberapa titik asap sehingga proses pemadaman dan pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Di Kecamatan Johan Pahlawan, karhutla terjadi di Gampong Blang Beurandang dengan luas lahan terdampak sekitar tiga hektare.

Sementara di Kecamatan Samatiga, titik kebakaran berada di Gampong Mesjid Baro dengan luas sekitar lima hektare dan Gampong Leukeun sekitar 1,5 hektare.Di Kecamatan Woyla, karhutla terjadi di Gampong Aron Tunong dengan luas sekitar 1,5 hektare.

Penanganan di lokasi tersebut telah berhasil dilakukan dan api dinyatakan padam sepenuhnya.

Sedangkan di Kecamatan Kaway XVI, kebakaran terjadi di Gampong Simpang dengan luas lahan yang terdampak diperkirakan sekitar dua hektare.

Kapolres menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi petugas dalam proses penanganan adalah kondisi medan. Beberapa titik api berada di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan sehingga personel harus melakukan penyisiran secara langsung menuju lokasi.

“Medan di beberapa lokasi cukup sulit dijangkau. Karena itu, kami terus melakukan koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dan menyesuaikan sarana yang digunakan agar proses pemadaman dapat dilakukan secara maksimal,” kata Kapolres.

Dalam penanganan karhutla, tim gabungan mengerahkan sejumlah sarana pendukung, antara lain kendaraan operasional, satu unit drone, serta tiga unit mesin pompa air lengkap dengan selang.

Drone digunakan untuk membantu pemantauan kawasan yang terdampak dan mengidentifikasi titik yang masih mengeluarkan asap. Sementara mesin pompa air digunakan untuk mendukung pemadaman dan proses pendinginan di lokasi yang dapat dijangkau petugas.

Kapolres menegaskan bahwa penanganan tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Pemantauan dan pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan bara api benar-benar padam.

“Kita tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga melakukan pendinginan dan pemantauan setelah api berhasil dikendalikan. Ini penting untuk mencegah munculnya kembali titik api,” tegas AKBP Agus Sulistianto.

Terkait penyebab kebakaran, hingga saat ini masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan.

Kapolres Aceh Barat juga mengimbau masyarakat agar ikut berperan dalam mencegah terjadinya karhutla. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di kawasan rawan kebakaran.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau instansi terkait sehingga dapat ditangani dengan cepat,” imbau Kapolres.

Polres Aceh Barat bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan, pemadaman dan pendinginan hingga seluruh titik api dipastikan aman.

Sinergi lintas instansi dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah karhutla meluas serta menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Aceh Barat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY