Meulaboh – Personel Polsek Samatiga turun langsung ke pasar tradisional di Gampong Cot Darat, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, untuk melakukan monitoring harga kebutuhan pokok pada Minggu (14/9/2025) pagi.
Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB tersebut, polisi memantau harga sejumlah komoditas penting yang sehari-hari menjadi kebutuhan warga, seperti minyak goreng curah, beras, gula, dan cabai.
Dari hasil pantauan, harga minyak goreng curah di pasaran berada di kisaran Rp17.000 per liter. Sementara beras dijual Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram, tergantung kualitasnya. Untuk gula pasir, harganya mencapai Rp19.000 per kilogram. Sedangkan cabai rawit dijual Rp45.000/kg, dan cabai keriting tercatat paling tinggi dengan harga Rp65.000/kg.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Samatiga, AKP Alpon Lumban Raja, mengatakan kegiatan monitoring ini dilakukan sebagai upaya memastikan kestabilan harga kebutuhan pokok tetap terjaga di tingkat masyarakat.
“Pemantauan harga ini penting, apalagi menjelang musim panen dan juga menghadapi kemungkinan fluktuasi pasar. Kami ingin memastikan agar kebutuhan pokok masyarakat bisa terpenuhi dengan harga yang wajar dan tidak membebani warga,” ujar Kapolsek.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian bersama instansi terkait akan terus mengawasi distribusi bahan pokok agar tidak terjadi penimbunan yang bisa memicu kelangkaan maupun kenaikan harga secara tidak wajar.
“Polsek Samatiga akan rutin turun ke lapangan untuk memantau perkembangan harga di pasar tradisional. Kami berharap pedagang bisa menjaga stabilitas harga, sementara masyarakat juga tidak perlu khawatir karena ketersediaan bahan pokok saat ini masih aman,” jelasnya.
Kapolsek menambahkan, selain menjaga keamanan dan ketertiban, kehadiran polisi di tengah masyarakat juga bertujuan untuk ikut memastikan kondisi ekonomi lokal tetap stabil. “Ini bagian dari tugas kami, agar warga merasa tenang, baik dari sisi keamanan maupun dari ketersediaan kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.










































