Personel Polres Aceh Barat Lakukan Pendinginan dan Pemadaman Titik Karhutla di Dusun...

Personel Polres Aceh Barat Lakukan Pendinginan dan Pemadaman Titik Karhutla di Dusun Barosok Gampong Lapang, Johan Pahlawan

24
0
SHARE

Meulaboh – Personel Polres Aceh Barat bersama unsur terkait kembali melaksanakan kegiatan pendinginan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Dusun Barosok, Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, pada Senin (26/01/26) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Katim Penanganan Karhutla Polres Aceh Barat, AKP Henry Elisa Siregar, dengan koordinat lokasi pemadaman berada di 4.190640, 96.097460.

Upaya tersebut dilakukan setelah sebelumnya terdeteksi adanya titik panas di kawasan lahan gambut yang rawan terbakar. Personel gabungan dari Polres Aceh Barat, Polsek Johan Pahlawan, TNI, BPBD Aceh Barat, serta masyarakat sekitar dikerahkan ke lokasi untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala. Selain pemadaman, kegiatan ini juga bertujuan melakukan pendinginan total di area yang masih berasap agar tidak menimbulkan potensi kebakaran susulan.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Katim Penanganan Karhutla, AKP Henry Elisa Siregar, mengatakan bahwa personel di lapangan bekerja keras sejak pagi untuk menjangkau titik api yang cukup jauh dari permukiman. “Lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut dengan vegetasi kering dan banyak ranting, sehingga bara api bisa bertahan lama di dalam tanah. Kita melakukan pendinginan menyeluruh agar bara tersebut tidak kembali menyala,” jelasnya.

Tim gabungan menggunakan lima unit mesin pompa air merek Robin dan tambahan mesin pompa milik BPBD Kabupaten Aceh Barat untuk menyemprotkan air secara intensif ke titik-titik yang masih berasap. Meski kondisi medan sulit, petugas tetap berupaya maksimal dengan teknik penyemprotan bertahap di sejumlah area yang sebelumnya terbakar.

Di lapangan, petugas menghadapi berbagai kendala seperti terbatasnya sumber air karena parit dan kanal di sekitar lokasi mengering akibat musim kemarau. Selain itu, akses jalan menuju titik kebakaran juga tidak memungkinkan bagi mobil pemadam untuk masuk. Situasi tersebut membuat petugas harus menempuh jalur manual dengan membawa peralatan secara bergantian ke lokasi kebakaran.

“Walaupun dihadapkan pada kondisi alam yang cukup berat, semangat personel tidak surut. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan masyarakat setempat agar proses pendinginan berjalan lancar dan area kebakaran benar-benar aman dari potensi bara api tersisa,” tambah AKP Henry Elisa Siregar.

Selain fokus pada upaya pemadaman, petugas juga melakukan sosialisasi di sekitar area terdampak untuk mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di lahan terbuka. Langkah ini merupakan bagian dari tindakan preventif guna mencegah munculnya titik api baru di wilayah Johan Pahlawan yang dikenal memiliki karakteristik lahan gambut kering dan mudah terbakar.

Polres Aceh Barat melalui jajaran satuannya terus meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan dan pencegahan karhutla. Kegiatan patroli rutin serta pemantauan udara dengan sistem deteksi dini hotspot menjadi bagian dari strategi yang terus diperkuat guna menekan risiko kebakaran di musim kemarau.

Kapolres Aceh Barat juga menegaskan komitmennya bahwa jajarannya akan selalu siap siaga menghadapi potensi kebakaran di wilayah hukum Polres Aceh Barat. “Kami mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena tindakan tersebut selain membahayakan ekosistem juga dapat dikenai sanksi hukum,” pungkasnya.

Dengan upaya bersama lintas instansi serta dukungan aktif masyarakat, diharapkan kejadian karhutla di wilayah Aceh Barat dapat diminimalisir. Saat ini situasi di lokasi Dusun Barosok telah dinyatakan aman dan terkendali setelah dilakukan pendinginan menyeluruh oleh tim gabungan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY