Dukung Swasembada Jagung 2026, Polres Aceh Barat Monitoring Lahan Ketahanan Pangan di...

Dukung Swasembada Jagung 2026, Polres Aceh Barat Monitoring Lahan Ketahanan Pangan di Kaway XVI

1
0
SHARE

Aceh Barat – Polres Aceh Barat terus menunjukkan dukungannya terhadap program ketahanan pangan nasional melalui monitoring perkembangan lahan tanaman jagung yang dikelola kelompok tani di Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan monitoring lahan ketahanan pangan jagung Kuartal IV Tahun 2026 tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/11/2026), mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai.

Monitoring dilakukan di dua lokasi, yakni Gampong Padang Sikabu dan Gampong Keuramat, Kecamatan Kaway XVI. Kegiatan ini bertujuan memantau perkembangan tanaman jagung, kondisi pertumbuhan, serta tahapan perawatan yang dilakukan kelompok tani sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada jagung nasional.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kapolsubsektor Panton Reu Aiptu Tajuddin Daulay, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Rezeki Beusare Gampong Padang Sikabu, H. Hamidi, serta anggota Poktan Hase Beurata Gampong Keuramat, Nailis. Monitoring dilaksanakan melalui koordinasi langsung dengan kelompok tani untuk mengetahui kondisi terkini tanaman jagung di masing-masing lokasi.

Berdasarkan hasil pemantauan, lahan jagung milik Poktan Rezeki Beusare di Gampong Padang Sikabu memiliki luas tanam sekitar 0,25 hektare. Tanaman jagung di lahan tersebut telah berumur sekitar 9 hingga 10 hari dengan tinggi rata-rata berkisar 8 sampai 10 sentimeter.

Sementara itu, lahan jagung milik Poktan Hase Beurata di Gampong Keuramat memiliki luas tanam sekitar 1 hektare. Tanaman jagung di lokasi tersebut telah berumur sekitar 20 hingga 25 hari dengan tinggi rata-rata 10 sampai 14 sentimeter. Saat monitoring berlangsung, tanaman sedang memasuki tahap pemupukan menggunakan pupuk urea untuk mendukung pertumbuhannya.

Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Kaway XVI IPTU Deva Reynaldi Wirsa, S.Tr.K., M.H., menyampaikan bahwa monitoring tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya melalui pemantauan perkembangan lahan pertanian yang dikelola masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan kerja sama dan keterlibatan berbagai pihak, terutama kelompok tani sebagai pelaksana langsung kegiatan pertanian. Oleh karena itu, koordinasi dan komunikasi dengan para petani perlu terus diperkuat agar perkembangan tanaman maupun kendala yang dihadapi di lapangan dapat diketahui dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Penanaman jagung Kuartal IV Tahun 2026 ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Presiden Republik Indonesia dalam mencapai swasembada jagung tahun 2026. Melalui monitoring secara berkala, perkembangan tanaman dan tahapan perawatan diharapkan dapat terpantau sehingga pengelolaan lahan berjalan dengan baik.

Polres Aceh Barat berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan melalui sinergi bersama kelompok tani dan masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong produktivitas pertanian sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY