Aceh Barat – Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Polres Aceh Barat melaksanakan kegiatan sosialisasi penerimaan terpadu anggota Polri Tahun Anggaran 2026 kepada para pelajar di MAN 1 Aceh Barat, pada Selasa, (10/03/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Aceh Barat Kompol Suprianto, S.Sos. bersama personel Bag SDM dan personel Satbinmas Polres Aceh Barat, serta dihadiri oleh Kepala Sekolah MAN 1 Aceh Barat Faisal, M.Pd., dewan guru, dan para siswa-siswi MAN 1 Aceh Barat.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kabag SDM Polres Aceh Barat, Kompol Suprianto, S.Sos., mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai proses penerimaan anggota Polri, sekaligus mendorong putra-putri terbaik daerah agar berminat mengikuti seleksi penerimaan Polri.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polres Aceh Barat melaksanakan program “Goes to School” dengan melakukan tatap muka langsung bersama para siswa kelas XII untuk menyampaikan berbagai informasi terkait persyaratan umum maupun persyaratan khusus dalam penerimaan anggota Polri, baik jalur Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, maupun Tamtama.
Selain itu, para siswa juga diberikan edukasi mengenai tata cara pendaftaran secara online melalui website resmi penerimaan.polri.go.id, sehingga diharapkan para calon peserta dapat memahami proses pendaftaran dengan benar.
Dalam kesempatan tersebut juga ditekankan bahwa proses seleksi penerimaan anggota Polri dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) serta tidak dipungut biaya apapun, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan dapat meningkatkan minat dan animo para pelajar untuk mengabdikan diri sebagai anggota Polri, sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai prosedur pendaftaran yang transparan dan bebas dari praktik percaloan.
Kegiatan sosialisasi tersebut juga mendapat respon positif dari pihak sekolah serta para siswa yang mengikuti kegiatan, dan selama pelaksanaan berlangsung situasi berjalan aman, tertib, dan lancar.










































