Aceh Barat – Membangun budaya tertib berlalu lintas membutuhkan proses edukasi yang berkelanjutan dan perlu dimulai sejak usia dini. Kesadaran mengenai keselamatan di jalan raya tidak hanya menjadi tanggung jawab orang dewasa, tetapi juga perlu diperkenalkan kepada anak-anak agar tumbuh menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Barat melaksanakan kegiatan Polisi Sahabat Anak (Polsanak) di TK Islam Terpadu (IT), Kamis (5/11/2026), mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk edukasi preventif dalam rangka Operasi Patuh Seulawah 2026.
Melalui kegiatan ini, kepolisian berupaya membangun kedekatan dengan anak-anak melalui pendekatan yang ramah dan humanis. Selain memperkenalkan tugas kepolisian, kegiatan Polsanak juga menjadi sarana untuk menumbuhkan pemahaman dasar tentang pentingnya keselamatan serta kepatuhan terhadap aturan ketika berada di jalan raya.
Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., melalui Kasat Lantas AKP Eko Suhendro, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan Polisi Sahabat Anak merupakan bagian dari strategi edukasi dan pencegahan dalam pelaksanaan Operasi Patuh Seulawah 2026. Menurutnya, upaya membangun ketertiban berlalu lintas tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus disertai pembinaan dan penanaman kesadaran kepada masyarakat sejak usia dini.
Ia menjelaskan, anak-anak merupakan generasi penerus yang perlu dibekali pemahaman mengenai keselamatan berlalu lintas. Dengan pengenalan sejak dini, diharapkan mereka dapat memahami pentingnya perilaku aman di jalan, sekaligus menjadi pengingat bagi orang tua dan keluarga untuk selalu memberikan contoh yang baik saat berkendara.
Lebih lanjut, pendekatan edukatif melalui lingkungan sekolah dinilai menjadi salah satu sarana penting untuk menyampaikan pesan keselamatan dengan cara yang mudah diterima anak-anak. Kehadiran polisi di lingkungan pendidikan juga diharapkan dapat membangun rasa percaya dan menghilangkan kesan bahwa polisi hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau permasalahan hukum.
Operasi Patuh Seulawah 2026 sendiri tidak hanya mengedepankan penertiban terhadap pelanggaran lalu lintas, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa keselamatan merupakan kebutuhan dan tanggung jawab bersama. Karena itu, keterlibatan lingkungan keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter disiplin serta kepedulian terhadap keselamatan di jalan raya.
Melalui kegiatan Polsanak tersebut, Satlantas Polres Aceh Barat berharap hubungan antara kepolisian dan dunia pendidikan semakin erat, sekaligus menumbuhkan generasi yang memahami pentingnya tertib berlalu lintas sejak usia dini.
Satlantas Polres Aceh Barat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Seulawah 2026 dengan meningkatkan disiplin, mematuhi peraturan lalu lintas, serta menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap perjalanan.










































