Musdes Penyusunan RKPG 2026 Gampong Kuala Bhee Berjalan Lancar

Musdes Penyusunan RKPG 2026 Gampong Kuala Bhee Berjalan Lancar

46
0
SHARE

Aceh Barat – Musyawarah Desa (Musdes) penyusunan Rancangan Kegiatan Program Gampong (RKPG) Tahun 2026 digelar di Kantor Desa Gampong Kuala Bhee, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (22/10/2025). Kegiatan ini dihadiri Camat Woyla yang diwakili Kasi Trantip, Kapolsek Woyla IPTU I. Ritonga, Danramil 02 Woyla, Keucik, Tuha Peut, pendamping desa, aparatur gampong, serta masyarakat setempat.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Woyla memberikan arahan dan dukungan agar program yang direncanakan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan wilayah. Kehadiran unsur kepolisian dan TNI diharapkan mampu memberikan rasa aman, sekaligus memastikan setiap rancangan program berjalan sesuai aturan dan prioritas pembangunan.

Dalam Musdes tersebut, peserta membahas berbagai program strategis desa, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Setiap program yang diusulkan didiskusikan secara partisipatif, melibatkan seluruh elemen masyarakat agar tercapai kesepakatan yang menyeluruh dan transparan.

Keucik Gampong Kuala Bhee mengapresiasi kehadiran aparat desa, Polsek, dan Danramil, karena hal tersebut dinilai dapat mendorong koordinasi yang baik antara pemerintah desa dan pihak keamanan. “Musdes ini penting untuk memastikan seluruh program yang direncanakan dapat berjalan lancar dan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Keucik.

Selain itu, Kapolsek Woyla menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program desa. Dukungan aktif warga diyakini akan mempercepat pencapaian target pembangunan, sekaligus meminimalkan potensi hambatan yang dapat muncul selama pelaksanaan kegiatan.

Sebagai tindak lanjut, pihak terkait akan terus melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program-program gampong serta berkoordinasi intensif dengan Keucik, Tuha Peut, dan aparatur desa untuk memastikan setiap kegiatan terlaksana sesuai perencanaan. Pendamping desa juga diminta membantu evaluasi berkala agar proses pembangunan desa lebih akuntabel dan tepat sasaran.

Kegiatan Musdes ini menjadi salah satu contoh sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi gampong lain dalam merancang program pembangunan yang berbasis kebutuhan nyata warga, transparan, dan partisipatif.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY