Aceh Barat — Semangat syiar Islam kembali bergema di Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat. Bertempat di Warung Kopi Azhar, Gampong Pinem, telah dilaksanakan kegiatan Beut Panteu Keude (Pengajian di Warung Kopi) pada Rabu malam, (30/09/2026), sekira pukul 21.00 WIB.
Kegiatan yang mengusung nuansa dakwah khas masyarakat Aceh ini merupakan inisiatif para pemuda Kecamatan Samatiga yang bekerja sama dengan Pimpinan Dayah Arraudhatul Mustafawi. Pengajian di warung kopi ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus sarana memperdalam ilmu agama bagi masyarakat setempat.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenhaj) Aceh Barat, H. Furqan, S.Ag., yang turut memberikan dukungan moril terhadap jalannya syiar keagamaan. Selain itu, hadir pula Tgk. Miswar, S.Sos., M.Sos. yang bertindak sebagai pemateri utama, memberikan tausiah dan pemahaman keagamaan kepada para jamaah.
Kehadiran jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam kegiatan Beut Panteu Keude ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung setiap kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan di wilayah hukumnya. Kapolres Aceh Barat, AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Samatiga, IPTU Ade Haidir, S.H., hadir langsung di tengah-tengah masyarakat untuk bersilaturahmi dengan para ulama, tokoh agama, dan warga.
Kehadiran Kapolsek Samatiga IPTU Ade Haidir, S.H. dalam pengajian ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata pendekatan Polri kepada masyarakat (community policing) yang humanis dan religius. Polri hadir untuk memastikan kegiatan keagamaan berjalan aman, nyaman, dan kondusif, sekaligus mempererat sinergi antara aparat keamanan dengan seluruh elemen masyarakat.
“Kami dari jajaran Polres Aceh Barat melalui Polsek Samatiga sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Beut Panteu Keude bukan hanya sarana memperdalam ilmu agama, tetapi juga menjadi ajang mempererat persaudaraan dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat,” ujar IPTU Ade Haidir, S.H.
Melalui kehadiran tersebut, Polri menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya hadir saat ada permasalahan, tetapi juga hadir dalam setiap aktivitas positif masyarakat. Polri ingin menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat yang turut serta membangun daerah melalui pendekatan keagamaan dan kemanusiaan.
Suasana semakin khidmat dengan kehadiran para Keuchik (Kepala Desa) se-Kecamatan Samatiga, bersama masyarakat Gampong Pinem dan Ujong Nga yang antusias mengikuti pengajian hingga selesai.
Kegiatan Beut Panteu Keude ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai agenda rutin, mengingat warung kopi di Aceh bukan hanya sekadar tempat berkumpul, tetapi juga telah lama menjadi ruang sosial yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan mempererat tali persaudaraan antarwarga.










































