Polisi Kenalkan SMA Keumala Taruna Bhayangkara kepada 80 Pelajar SMP di Meulaboh

Polisi Kenalkan SMA Keumala Taruna Bhayangkara kepada 80 Pelajar SMP di Meulaboh

19
0
SHARE

Aceh Barat – Sebanyak 80 siswa dan siswi kelas IX SMP Negeri 3 Meulaboh mengikuti sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Keumala Taruna Bhayangkara (KTB) Tahun Ajaran 2027–2028 yang digelar personel Polsek Johan Pahlawan, Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi para pelajar untuk memperoleh informasi awal mengenai kesempatan melanjutkan pendidikan ke SMA KTB sekaligus memahami persyaratan yang perlu dipersiapkan.

Sosialisasi berlangsung di SMP Negeri 3 Meulaboh, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan dipimpin Kanit Binmas Polsek Johan Pahlawan Aipda Rian Kurniawan bersama Bhabinkamtibmas Aipda Tarmia Saradi dan Aipda Muklis.

Para peserta merupakan siswa dan siswi kelas IX yang berada pada tahap persiapan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Melalui sosialisasi tersebut, personel kepolisian memberikan pengenalan mengenai SPMB SMA KTB Tahun Ajaran 2027–2028 agar para siswa memiliki gambaran awal sebelum menentukan pilihan pendidikan.

Penyampaian informasi sejak tingkat SMP dinilai penting karena para siswa masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri dan mendiskusikan rencana pendidikan bersama orang tua atau wali. Terlebih, proses pendaftaran membutuhkan persetujuan orang tua atau wali sebelum calon siswa menentukan pilihan untuk mengikuti penerimaan.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa hingga sosialisasi berlangsung belum terdapat siswa yang mendaftar. Kondisi tersebut karena para siswa masih perlu meminta izin dan persetujuan dari orang tua atau wali masing-masing sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Selain mengenalkan program penerimaan, personel juga menyampaikan sejumlah persyaratan akademik yang perlu diperhatikan calon siswa SMA KTB. Untuk mata pelajaran Matematika, calon siswa dipersyaratkan memiliki nilai minimal 80, sedangkan nilai minimal untuk mata pelajaran IPA juga 80 dan Bahasa Inggris minimal 80.

Informasi mengenai persyaratan tersebut diharapkan dapat membantu para siswa mengetahui standar akademik yang perlu dipersiapkan. Dengan mengetahui ketentuan sejak awal, siswa dapat menyesuaikan persiapannya dan berkonsultasi dengan orang tua atau wali sebelum mengambil keputusan untuk mengikuti proses penerimaan.

Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Johan Pahlawan IPTU Boby Apriyudi, S.H., mengatakan sosialisasi SPMB SMA KTB merupakan bagian dari upaya memberikan informasi kepada para pelajar mengenai kesempatan pendidikan yang dapat dipertimbangkan setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP.

Menurutnya, penyampaian informasi secara langsung kepada siswa penting agar mereka tidak hanya mengetahui adanya penerimaan, tetapi juga memahami persyaratan yang harus dipenuhi. Peran orang tua atau wali juga menjadi bagian penting dalam menentukan pilihan pendidikan anak, termasuk sebelum calon siswa mengikuti proses pendaftaran.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi antara kepolisian dan kalangan pelajar. Melalui pendekatan edukatif, personel Polsek Johan Pahlawan memberikan informasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan siswa dalam merencanakan pendidikan sekaligus mendorong mereka untuk mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

Bagi siswa yang memiliki minat terhadap SMA KTB, persyaratan akademik menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sejak awal. Standar nilai minimal yang disampaikan dalam sosialisasi diharapkan dapat menjadi acuan bagi siswa untuk mengetahui kesiapan akademiknya sebelum mengambil keputusan bersama orang tua atau wali.

Sosialisasi berlangsung hingga selesai dan diikuti para siswa dengan informasi mengenai penerimaan SMA KTB Tahun Ajaran 2027–2028 sebagai materi utama. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka akses informasi yang lebih jelas bagi pelajar sekaligus memberi ruang bagi mereka dan orang tua atau wali untuk mempersiapkan pilihan pendidikan secara lebih matang.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY