Curah Hujan Tinggi Jadi Perhatian, Polri dan Pemkab Aceh Barat Perkuat Kesiapan...

Curah Hujan Tinggi Jadi Perhatian, Polri dan Pemkab Aceh Barat Perkuat Kesiapan Hadapi Bencana

31
0
SHARE

Aceh Barat – Intensitas curah hujan yang tinggi mendorong Polri bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memperkuat kesiapan menghadapi potensi banjir, tanah longsor dan bencana hidrometeorologi lainnya. Kesiapan tersebut ditunjukkan melalui apel siaga di Lapangan Teuku Umar, Gampong Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kamis (8/10/2026) pagi.

Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., M.I.K., hadir langsung dalam apel tersebut bersama para pejabat utama Polres Aceh Barat dan Kapolsek jajaran. Kehadiran pimpinan kepolisian itu menjadi bagian dari kesiapan Polres Aceh Barat dalam memastikan personel mampu bergerak cepat ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat akibat bencana.

Danrem 012/TU Kolonel Inf. Windarto, S.Sos., M.M., memimpin apel tersebut. Hadir pula Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P., M.M., Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil, S.H., Dandim 0105/Aceh Barat Letkol Inf. S. Kembaren, S.E., M.I.P., CFrA., Ketua Pengadilan Negeri Meulaboh Melky Salahudin, S.H., anggota DPRK Aceh Barat, para kepala SKPD, camat, PJU Polres Aceh Barat dan Kapolsek jajaran.

Dalam amanatnya, Danrem 012/TU meminta seluruh unsur meningkatkan kesiapan menghadapi kemungkinan bencana yang dapat muncul akibat tingginya intensitas curah hujan. Antisipasi tersebut diarahkan untuk menekan risiko dan dampak terhadap masyarakat, termasuk menghadapi kemungkinan banjir, tanah longsor dan bencana hidrometeorologi lainnya.

Bagi Polres Aceh Barat, kesiapan menghadapi bencana menjadi bagian dari tugas kepolisian dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Personel perlu mampu merespons laporan maupun kejadian secara cepat dan tepat, terutama ketika kondisi di lapangan berpotensi mengancam keselamatan warga.

Kapolres bersama para Kapolsek jajaran juga memastikan kesiapan kepolisian hingga tingkat kewilayahan. Posisi tersebut penting karena personel di tingkat Polsek bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menjadi salah satu unsur yang dapat menerima informasi awal ketika terjadi keadaan darurat.

Ketika bencana terjadi, personel kepolisian dapat mendukung pengamanan lokasi, membantu kelancaran evakuasi, mengatur pergerakan masyarakat serta menjaga situasi tetap tertib selama proses penanganan berlangsung. Polri juga perlu memastikan akses masyarakat terhadap pelayanan kepolisian tetap berjalan di tengah kondisi darurat.

Apel tersebut sekaligus menekankan pentingnya kesiapan personel, sarana dan prasarana untuk mendukung evakuasi, penyelamatan serta penanganan keadaan darurat. Kecepatan menerima informasi dan ketepatan menentukan langkah menjadi bagian penting agar respons terhadap masyarakat tidak terlambat.

Polres Aceh Barat menurunkan satu SST personel dalam apel siaga tersebut. Kekuatan itu menjadi bagian dari kesiapan kepolisian bersama unsur lainnya untuk mendukung penanganan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana yang membutuhkan pengerahan personel di lapangan.

Selain mengandalkan kesiapan aparat, penanganan bencana juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Warga diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan dan segera menyampaikan informasi apabila menemukan situasi yang berpotensi menimbulkan bahaya.

Melalui apel siaga tersebut, Polres Aceh Barat memperkuat kesiapan menghadapi potensi dampak curah hujan tinggi sekaligus memastikan fungsi kepolisian tetap berjalan dalam situasi darurat. Kehadiran Kapolres bersama jajaran menjadi bagian dari upaya menjaga agar respons, pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi dan tepat sasaran.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY