Aceh Barat – Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi banjir menyusul informasi perkembangan cuaca yang menunjukkan peluang hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Aceh dan provinsi sekitarnya, Senin (12/10/2026).
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan agar masyarakat tidak hanya waspada terhadap perubahan cuaca, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi kemungkinan genangan, luapan air, maupun kondisi darurat yang dapat mengganggu aktivitas dan keselamatan warga.
Berdasarkan informasi citra satelit BMKG HIMAWARI-9 Enhanced Infrared pada Minggu (11/10/2026) pukul 19.50 WIB, potensi hujan lebat hingga sangat lebat terpantau di sejumlah wilayah Aceh, di antaranya Takengon, Subulussalam, Tapaktuan, Blangkejeren, dan sebagian wilayah Aceh Tenggara. Potensi hujan sedang hingga lebat juga terpantau di sejumlah wilayah Riau, Sumatera Barat, Jambi, dan Bengkulu.
Menyikapi perkembangan tersebut, Kapolres Aceh Barat mengingatkan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan rawan banjir, agar melakukan persiapan sejak dini dan tidak menunggu sampai situasi memburuk. Langkah sederhana seperti memantau informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), membersihkan saluran air, serta mengenali jalur evakuasi dan lokasi aman perlu menjadi perhatian bersama.
Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., menekankan bahwa kesiapsiagaan keluarga merupakan bagian penting dalam mengurangi risiko bencana. Masyarakat diharapkan menyiapkan kebutuhan darurat, seperti dokumen penting, obat-obatan, air minum, makanan secukupnya, senter, baterai, dan perlengkapan pertolongan pertama agar mudah dibawa apabila evakuasi diperlukan.
Selain menyiapkan perlengkapan, warga juga diminta memberikan perhatian kepada anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta anggota keluarga yang membutuhkan bantuan khusus. Koordinasi dengan perangkat gampong dan petugas setempat perlu dijaga agar informasi mengenai kondisi lingkungan maupun langkah evakuasi dapat diterima dengan cepat.
Apabila hujan deras berlangsung lama atau muncul tanda-tanda peningkatan debit air, masyarakat diimbau tetap tenang, menjauhi aliran air yang deras, dan mengikuti arahan petugas. Warga tidak diperbolehkan menerobos genangan atau arus banjir karena kedalaman dan kekuatannya dapat membahayakan keselamatan. Jika kondisi mengharuskan evakuasi, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas, termasuk mematikan aliran listrik dan gas apabila aman dilakukan.
Masyarakat juga diminta menghindari kabel, tiang, dan instalasi listrik di kawasan yang tergenang serta memastikan telepon seluler tetap dapat digunakan untuk kebutuhan komunikasi darurat. Informasi mengenai cuaca dan potensi bencana hendaknya merujuk pada sumber resmi, sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruh atau menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Melalui imbauan ini, Polres Aceh Barat mengajak seluruh elemen masyarakat membangun budaya siaga bencana mulai dari lingkungan keluarga dan gampong. Kesiapan menghadapi perubahan cuaca, kepedulian terhadap kelompok rentan, serta koordinasi yang baik dengan petugas diharapkan dapat membantu mengurangi risiko dan mencegah jatuhnya korban apabila terjadi banjir.
Polres Aceh Barat mengingatkan masyarakat agar tetap waspada tanpa panik, terus memantau informasi resmi BMKG, dan segera mengikuti arahan petugas apabila situasi memerlukan tindakan pengamanan atau evakuasi.










































